Pendidikan Indonesia wajib cerminkan kearifan lokal

Kamis, 24 Oktober 2013 - 00:01 WIB
Pendidikan Indonesia...
Pendidikan Indonesia wajib cerminkan kearifan lokal
A A A
Sindonews.com - Penyelenggaraan pndidikan di Indonesia wajib berlandaskan kearifan lokal bangsa sendiri. Hal ini penting agar pembelajaran yang dilakukan menghasilkan ilmu maupun manusia yang berdimensi pada kebangsaan Indonesia.

"Jika hal ini dilakukan kearifan lokal dengan sendirinya akan beralih antar generasi sebagai kebudayaan bangsa secara berkelanjutan. dengan begitu, eksistensi ke-Indonesiaan tetap akan terjaga di tengah arus deras globalisasi dan menguatnya identitas etnik atau kesukuaan," ujar Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM Prof Bambang Purwanto PhD Rabu (23/10/2013).

Dalam seminar nasional bertema Kearifan Lokal dan Masa Depan Kebangsaan Indonesia di Sekolah Pascasarjana UGM Bambang menambahkan, kerangka pendidikan Indonesia tidak akan sekadar menjadi bekal mendapatkan jabatan dan gaji yang besar jika dalam bingkai pendidikan terkandung kearifan lokal yang dipadu dengan kecerdasan.

Kerangka pendidikan dengan kearifan lokal pun mampu menjadi bagian dalam upaya meningkatkan kebudayaan bangsa.

"Sayangnya, saat ini kearifan lokal telah direduksi sebagai representasi atas ruang sempit perspektif global. Kearifan lokal hanya merujuk pada kearifan yang bersifat eksklusif dalam ruang terbatas, sedangkan kearifan bangsa seakan-akan tidak pernah ada. Hal inilah yang membuat pengembangan pendidikan berdimensi kearifan lokal sulit dilakukan," tuturnya.

Bambang menambahkan, kearifan lokal dalam konteks kebangsaan bukan berarti mengusung sifat-sifat kelokalan dalam membangun identitas diri. Karena sampai batas tertentu, hal tersebut justru mampu menggerus cita-cita persatuan bangsa.

"Bila hal ini terjadi, kebijakan desentralisasi pemerintahan dan menguatnya otonomi daerah hanya akan dimaknai sebagai penguatan identitas lokal. Bukan sebagai pembagian kerja dan wewenang untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan dan memperkuat eksistensi bangsa," imbuhnya.

Berdasarkan cita-cita para pendiri bangsa, Bambang mengatakan, simbol-simbol lokal seharusnya mampu mengidentifikasikan diri atau merepresentasikan ke-Indonesiaan.

Simbol lokal bukanlah kristalisasi perasaan dan tindakan untuk lebih memperkuat unsur kedaerahan dalam ruang tertentu. Nila-nilai lokal semacam itu justru mampu mengubah identitas ke-Indonesiaan.

"Jika cita-cita kemerdekaan Indonesia mengacu pada nilai inklusif, maka kenyataan yang ada di dalam masyarakat akan mengerucut pada eksklusivitas yang berbasis pada ikatan primordial yang bersifat sangat lokal," imbuhnya.
(lns)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
5 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
5 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
7 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
7 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
9 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
9 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved