Dewan Adipura: Camat dan lurah jangan tidur

Jum'at, 18 Oktober 2013 - 18:47 WIB
Dewan Adipura: Camat...
Dewan Adipura: Camat dan lurah jangan tidur
A A A
Sindonews.com - Anggota Dewan Pertimbangan Adipura Kementerian Lungkungan Hidup, Prof Dr Abdul Karim mengritik para camat dan lurah di Makassar yang dinilai tidak sigap menjaga kebersihan wilayahnya menjelang penilaian tahap pertama Piala Adipura 2014.

Selama berada di Makassar, Karim menemukan sampah masih bertebaran di seluruh penjuru kota khususnya dalam drainase. Demikian juga dengan pedagang kaki lima (PKL) serta baliho politik yang semakin menjamur di jalan-jalan protokol dan kawasan terlarang.

Karim tidak melihat peran camat dan lurah dalam mengendalikan situasi yang dinilai bisa mengganjal Makassar mempertahankan Piala Adipura yang baru diraih tahun ini. Apalagi menyamai capaian Kota Surabaya, Malang, Balikpapan dan Bontang yang sukses meraih Adipura Kencana tahun ini.

"Saya dari Bontang, Balikpapan, Malang dan Surabaya, camat dan lurah disana tidak tidur. Saya minta kepada Pak Wali Kota, agar camat dan lurah yang tidak mendukung Adipura sebaiknya diganti," katanya saat melakukan ekspose Adipura 2012-2013 di hadapan seluruh camat dan lurah di Balai Kota Makassar, Jumat (18/10/2013).

Karim yang menjadi satu-satunya putra asli Sulsel yang duduk dalam Dewan Pertimbangan meminta kepada camat dan lurah tidak membiarkan baliho calon legislatif mengotori kota.

"Dimana kota banyak baliho, tidak akan dapat nilai banyak. Jadi sikat saja semua baliho. Kalau ada pasang langsung angkut atau robek," ucapnya.

Berdasarkan pantauan KORAN SINDO kemarin, baliho caleg banyak dijumpai di kawasan terlarang seperti Jalan Haji Bau, DR Ratulangi, Urip Sumoharjo, Perintis Kemerdekaan.

Sedangkan PKL mengambil bahu dan trotoar jalan raya banyak ditemukan Karim di Jalan Masjid Raya, AP Pettarani, Hertasning, Aroepala. Karim mempertanyakan kinerja para camat dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Makassar dalam menertibkan PKL.

Demikian juga dengan kebersihan pasar tradisional, kesemrawutan arus lalu lintas yang mendapatkan nilai rendah pada penilaian Adipura 2012-2013 wajib menjadi perhatian penting. Tidak terkecuali dengan terminal angkutan darat. Bahkan Karim secara khusus mengkritik Kantor Lurah Tidung, Rappocini yang dinilai jorok.

Jika ingin mempertahankan Adipura 2014, Makassar wajib mendapatkan nilai akhir 74 poin dari 11 sektor prasarana dan sarana perkotaan antara lain, kesehatan, pendidikan, sungai dan bantaran sungai, kantor pemerintahan, perdagangan (pasar), kawasan idustri, kawasan wisata, Ruang Terbuka Hijau (RTH), sarana sosial dan keagamaan, perhubungan.

"Saya sudah keliling Makassar dan hampir semua drainase (got dan kanal) saya lihat masih jorok. Masing kepala dinas, camat dan lurah punya tanggungjawab masing-masing," ucapnya.

Sementara, Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin mengingatkan kepada seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) khususnya camat dan lurah untuk menggerakkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dalam dua pekan kedepan.

Ilham memerintahkan kepada bawahannya tidak hanya membersihkan titik-titik tertentu, tetapi semua penjuru kota.

"Tidak ada lagi titik tertentu, tapi semua kota. Sedikit apapun tumpukan sampah, menjadi tanggungjawab kita semua. Sisa dua minggu waktu kita untuk memobilisasi masyarakat," ujarnya.

Ilham mengemukakan, Adipura hanya bisa dipertahankan apabila masing-masing instansi terkait bertanggung jawab. Tahun ini Makassar, meraih Adipura dengan nilai 72 sama dengan ambang batas kelulusan yang ditetapkan tim penilai. Diperkirakan, ambang batas kelulusan untuk meraih Adipura 2014 pada angka 73-74.

Wali Kota Makassar dua periode ini juga meminta agar puskesmas, RTH yang mendapatkan nilai tertinggi tahun lalu rata-rata di atas 85 dipertahankan.
(lns)
Berita Terkait
SGM & Bebelac Borong...
SGM & Bebelac Borong EPIC Awards 2026 di E-Commerce Indonesia
Presiden Joko Widodo...
Presiden Joko Widodo Terima Penghargaan Perdamaian Internasional
Penghargaan Aurora Tech...
Penghargaan Aurora Tech 2025: Pengumuman 120 Pendiri Wanita Terbaik
Kembangkan Ekowisata...
Kembangkan Ekowisata Jambi, PetroChina Raih Indonesia Awards 2023 dari iNews Media Group
Transformasi Human Capital...
Transformasi Human Capital Berbuah Manis, Raih Penghargaan Bergengsi di HCREA 2025
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Pegadaian Buktikan Kinerja Unggul lewat Komitmen Melayani
Berita Terkini
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
35 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
1 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
2 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
2 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
3 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
9 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved