Jokowi sebut problem Jakarta segunung
Jum'at, 11 Oktober 2013 - 19:05 WIB
Jokowi sebut problem Jakarta segunung
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang satu tahun masa jabatannya memimpin Jakarta pada 15 Oktober nanti, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo enggan berkomentar mengenai berapa persen program kerja yang sudah dan belum tercapai.
"Berapa persen gimana. Problem disini bergunung-gunung, masak dipersentase," kata Jokowi saat ditemui di Balai Kota, Jumat (11/10/2013) sore.
Politisi Partai PDI Perjuangan ini menerangkan, tidak bisa membeberkan persentase perihal program kerjanya yang telah tercapai. Penilaian mengenai progres pencapaian kinerja itu diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat
"Kalau disurvei lihat saja tingkat kepuasan masyarakat seperti apa, nanti akan kelihatan," tandasnya.
Jokowi juga menyatakan, tidak menemui kendala selama memimpin Ibukota Jakarta. Kalau pun ada, hal tersebut dinilai hanya tergolong persoalan kecil.
"Enggak ada kendala. Paling cuma sedikit, kita yang penting pembangunan MRT sudah dimulai," cetusnya.
Saat ditanya apa saja yang menjadi prioritas, ia membeberkan beberapa hal. Di antaranya pengadaan 4.000 bus dengan rincian bus sedang 3.000 unit dan busway 1.000 unit.
Selain itu rencana pembangunan rusun sebanyak 200 blok yang baru diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI. "Tapi belum persetujuan dewan loh, ini baru pengajuan kita," terangnya.
Jokowi menambahkan, selama memimpin Jakarta, penyerapan anggaran sudah lebih dari 40 persen. Penyerapan anggaran yang terbilang masih rendah itu akan dirampungkan pada Desember nanti.
"Berapa persen gimana. Problem disini bergunung-gunung, masak dipersentase," kata Jokowi saat ditemui di Balai Kota, Jumat (11/10/2013) sore.
Politisi Partai PDI Perjuangan ini menerangkan, tidak bisa membeberkan persentase perihal program kerjanya yang telah tercapai. Penilaian mengenai progres pencapaian kinerja itu diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat
"Kalau disurvei lihat saja tingkat kepuasan masyarakat seperti apa, nanti akan kelihatan," tandasnya.
Jokowi juga menyatakan, tidak menemui kendala selama memimpin Ibukota Jakarta. Kalau pun ada, hal tersebut dinilai hanya tergolong persoalan kecil.
"Enggak ada kendala. Paling cuma sedikit, kita yang penting pembangunan MRT sudah dimulai," cetusnya.
Saat ditanya apa saja yang menjadi prioritas, ia membeberkan beberapa hal. Di antaranya pengadaan 4.000 bus dengan rincian bus sedang 3.000 unit dan busway 1.000 unit.
Selain itu rencana pembangunan rusun sebanyak 200 blok yang baru diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI. "Tapi belum persetujuan dewan loh, ini baru pengajuan kita," terangnya.
Jokowi menambahkan, selama memimpin Jakarta, penyerapan anggaran sudah lebih dari 40 persen. Penyerapan anggaran yang terbilang masih rendah itu akan dirampungkan pada Desember nanti.
(ysw)