Melawan siklus cuaca, DKI gelontorkan Rp18 M
Jum'at, 11 Oktober 2013 - 15:03 WIB
Melawan siklus cuaca, DKI gelontorkan Rp18 M
A
A
A
Sindonews.com - Untuk mengurangi banjir di Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak hanya memperbaiki rumah pompa dan saluran air. DKI bahkan akan memodifikasi cuaca agar hujan tidak langsung jatuh ke Jakarta.
Untuk rencana tersebut, Pemprov DKI telah menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tak hanya itu, untuk mengimplementasikan teknologi modifikasi cuaca ini, DKI akan menggelontorkan Rp18 miliar yang bersumber dari APBD.
"Arahan pak Jokowi, APBD dianggarkan Rp18 miliar dalam pelaksanaan modifikasi cuaca. BNPB akan beri pendampingan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho nya saat ditemui di Balai Kota, Jumat (11/10/2013).
Sutopo membeberkan, teknlogi modifikasi cuaca itu nantinya dapat membubarkan awan hujan lalu melimpahkannya ke laut. Atmosfir juga akan dikurangi dan dimodifikasi dan menjatuhkannya ke tempat lain.
Bila tekhnologi itu sudah berjalan, lanjut Sutopo, Pemprov DKI Jakarta tinggal menata pompa penyedot air, tampungan, dan mengeruk sungai, sehingga limpahan air hujan yang jatuh di jalan dapat dikurangi.
"Modifikasi cuaca ini sangat tergantung awan. Dari pengalaman, air hujan yang masuk bisa 30-70 persen. Kita atur hujan agar jangan jatuh bersamaan," pungkasnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, curah hujan yang melanda Ibukota belakangan ini masih berada di ambang batas normal. Puncak musim penghujan di Jakarta diprediksi akan terjadi pada Januari tahun depan.
Baca juga: Jokowi: Sebelum tahun baru, seluruh rumah pompa beres
Untuk rencana tersebut, Pemprov DKI telah menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tak hanya itu, untuk mengimplementasikan teknologi modifikasi cuaca ini, DKI akan menggelontorkan Rp18 miliar yang bersumber dari APBD.
"Arahan pak Jokowi, APBD dianggarkan Rp18 miliar dalam pelaksanaan modifikasi cuaca. BNPB akan beri pendampingan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho nya saat ditemui di Balai Kota, Jumat (11/10/2013).
Sutopo membeberkan, teknlogi modifikasi cuaca itu nantinya dapat membubarkan awan hujan lalu melimpahkannya ke laut. Atmosfir juga akan dikurangi dan dimodifikasi dan menjatuhkannya ke tempat lain.
Bila tekhnologi itu sudah berjalan, lanjut Sutopo, Pemprov DKI Jakarta tinggal menata pompa penyedot air, tampungan, dan mengeruk sungai, sehingga limpahan air hujan yang jatuh di jalan dapat dikurangi.
"Modifikasi cuaca ini sangat tergantung awan. Dari pengalaman, air hujan yang masuk bisa 30-70 persen. Kita atur hujan agar jangan jatuh bersamaan," pungkasnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, curah hujan yang melanda Ibukota belakangan ini masih berada di ambang batas normal. Puncak musim penghujan di Jakarta diprediksi akan terjadi pada Januari tahun depan.
Baca juga: Jokowi: Sebelum tahun baru, seluruh rumah pompa beres
(ysw)