Hati-hati, ratusan hewan kurban di Karawang tak laik

Selasa, 08 Oktober 2013 - 17:41 WIB
Hati-hati, ratusan hewan...
Hati-hati, ratusan hewan kurban di Karawang tak laik
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 50 persen hewan kurban di Kota Karawang disebutkan tidak memenuhi syarat sahnya hewan kurban. Hal itu lantaran lebih dari 500 hewan kurban yang di jual di Kabupaten Karawang belum cukup umur dan disinyalir dijangkiti virus.

Hal tersebut terungkap setelah Distanbunhutnak Kabupaten Karawang melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak di Kota Karawang.

"Setelah dua hari kami melakukan pemeriksaan kesehatan kepada beberapa hewan ternak, ternyata masih banyak hewan yang tidak memenuhi persyaratan hewan kurban," ujar Sri Hardiyati, Kasi Kesehatan Hewan, yang ditemui di kantornya, Jalan lingkar luar, Kabupaten Karawang, Selasa (8/10/2013).

Hasilnya, banyak hewan kurban seperti sapi ataupun kambing yang belum dewasa untuk dijadikan hewan kurban. "Syarat sahnya itu kan hewan kurban harus cukup umur dewasa, seperti kambing minimal satu tahun, sapi dua tahun, memiliki gigi tetap, jantan, sehat," jelasnya.

Sementara ini, lanjutnya, masih banyak hewan kurban yang dijual para pedagang, dimana hewan jualannya tersebut memiliki virus orf (Virus yang menyerang bibir binatang ternak), pink eye (sakit mata), diare yang diakibatkan oleh kondisi tubuh yang lemah atau akibat dari makanan, luka-luka lecet yang mungkin akibat karena gesekan ketika di transportasi.

Dikatakan juga, tempat penampungan hewan kurban pun dinilai tidak laik, pasalnya hewan yang dijual belikan seakan tidak diberikan pelindung atau atap dari panasnya matahari.

"Jika mereka terkena panas dan dibiarkan begitu saja, maka hewan ternak tersebut bisa terjadi dehidrasi dan mengganggu kesehatannya, seharusnya tempat teduh. Selain itu surat pemasukan kami temukan. Banyak yang tidak memiliki," katanya.

Diakui dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya mengaku tidak dapat berbuat banyak. Pasalnya Distanbunhutnak tidak dapat memberikan tindakan tegas pelarangan kepada pedagang. Namun pihaknya terus melakukan imbauan dan penyuluhan kepada para pedagang dan masjid-masjid DKM terkait persyaratan hewan kurban.

"Kita hanya bisa memberikan imbaun dan arahan serta pembinaan terkait syarat penjualan hewan ternak. Sementara untuk ke pengurus DKM Jika ada hewan kurban yang tidak sesuai, kita imbau untuk ditukar," terangnya.

Kepada pedagang, lanjutnya, kami mengimbau jika memiliki hewan yang sakit, diminta untuk tidak menjualnya. "Hewan yang sakit bisa dibawa ke kami, karena kami memberikan pengobatan gratis bagi hewan ternak," imbuhnya.

Sementara itu jejen (25), penjual kambing asal Wanayasa, Purwakarta, mengatakan bahwa pedagang nakal memang selalu ada dalam jual beli hewan kurban.

Menurutnya, pedagang nakal tersebut biasanya pedagang yang masih baru dan belum mengerti tentang syarat hewan kurban yang pantas untuk dijual.

"Jual beli hewan kurban ini kan musiman, dan penjualannya pun setahun sekali, jadi wajar kalo banyak pedagang -pedagang baru di dunia jual beli hewan kurban," katanya.

Namun diakuinya, jika pihaknya memiliki hewan kurban yang yang tidak memenuhi persyaratan hewan kurban maka hewan tersebut akan dikandangkan kembali. "Jika ada tidak saya jual, saya kembalikan ke kandang tentunya," katanya.
(rsa)
Berita Terkait
Cerita Faiz Arsyad,...
Cerita Faiz Arsyad, Mahasiswa Indonesia yang Pertama Kali Rayakan Idul Adha di Rusia
Hari Raya Idul Adha,...
Hari Raya Idul Adha, Ustaz Najmi Umar Bakkar : Jangan Ragu Bahwa Allah Itu Ada
Haedar Nashir: Inti...
Haedar Nashir: Inti dari Idul Adha Adalah Jiwa dan Semangat Berbagi
27 Ucapan Selamat Idul...
27 Ucapan Selamat Idul Adha 2024 untuk Teman, Bisa Jadi Referensi Berbagi Pesan
Rayakan Idul Adha, J99...
Rayakan Idul Adha, J99 Salurkan Puluhan Hewan Kurban ke Enam Kota
Tarekat Tajjul Khalwatiyah...
Tarekat Tajjul Khalwatiyah Gowa Salat Idul Adha Hari Ini
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
34 menit yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
3 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved