Tak punya biaya, pengidap kanker dirawat di rumah

Senin, 07 Oktober 2013 - 11:31 WIB
Tak punya biaya, pengidap...
Tak punya biaya, pengidap kanker dirawat di rumah
A A A
Sindonews.com - Muhammad Dwi Effendi, warga Jalan Bukit Barisan, Kelurahan Jawa, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), hanya bisa terbaring lemah di kamarnya.

Kanker tulang yang divonis dokter kepadanya membuatnya tak bisa beraktvitas banyak, termasuk sekolah.

Remaja berusia 17 tahun itu pun tak punya biaya sehingga terpaksa tidak dirawat di rumah sakit.

Nasib Efendi memang menyedihkan. Ia sudah menjadi piatu sejak bayi karena ibunya meninggal.

Sedangkan ayahnya memilih tak mengurusnya. Ia akhirnya dirawat oleh Ratna, Ketua RT setempat yang mengangkatnya menjadi anak angkat.

Ratna pulalah yang mengurusnya selama ini, termasuk menanggung biaya pengobatan. Kanker tulang yang berada di pundaknya membuat Efendi sering merintih kesakitan. Untuk bergerak ia harus dibantu Ratna.

”Awalnya dia hanya merasa keram seperti terseleo itu terjadi saat Februari kemarin. lalu pada Mei sudah mulai terlihat semacam benjolan di pundaknya,” kata Ratna, Senin (7/10/2013).

Efendi sudah diperiksa di dua rumah sakit berbeda yakni Rumah Sakit Dirgahayu dan RSUD AW Syaharanie dengan menggunakan fasilitas Jamkesda. Dari diagnosa dua rumah sakit ini memiliki hasil yang tak berbeda. Sama-sama mendiagnosa efendi mengidap kanker tulang.

”Melihat kondisinya sekarang saya sangat sedih mengingat kondisi tubuhnya makin hari makin menurun. Seharusnya sekarang ini, dia berada di rumah sakit untuk diopname, tapi Fendi bersikeras tetap bertahan di rumah,” ungkap Ratna yang sejak kecil sudah mengasuh Fendi.

Selama berada di rumah, Efendi hanya diobati dengan obat dari pengobatan alternatif. Itupun kalau kebetulan Ratna memiliki biaya.

“Dari keterangan rumah sakit, dia harus dioperasi di rumah sakit di Surabaya. Harus ada tindakan operasi dan itu tidak ada di Kaltim,” katanya.
(lns)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
3 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
4 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
5 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
13 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
13 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved