Krisis air bersih di Ngronggo bertambah parah

Rabu, 02 Oktober 2013 - 11:13 WIB
Krisis air bersih di...
Krisis air bersih di Ngronggo bertambah parah
A A A
Sindonews.com - Bencana kekeringan yang melanda wilayah Dukuh Ngronggo, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga, bertambah parah. Semua sumber air yang ada di daerah tersebut sudah mengering sehingga warga semakin sulit mendapat air bersih.

Guna mencukupi kebutuhan air bersih setiap hari, warga terpaksa membeli air bersih dari PDAM Salatiga senilai Rp75.000 per tangki. Sedangkan warga yang tidak mampu membeli air bersih, terpaksa harus ngangsu (mengambil) air ke sumber air di dukuh lain yang jaraknya cukup jauh dari rumah mereka.

Ketua RW 4 Dukuh Ngronggo Muhdi (47) menuturkan, krisis air bersih ini sudah dialami warga sejak akhir Agustus lalu. Sejak saat itu, untuk mendapatkan air bersih, warga harus mengantre di sumur warga lain yang masih ada airnya.

"Sekarang semua sumur yang ada di Ngronggo sudah mengering. Dan kami harus membeli air agar kebutuhan bisa terpenuhi," katanya, kepada wartawan, Rabu (2/10/2013).

Dia mengatakan, dalam minggu ini pihaknya akan mengajukan bantuan air bersih kepada Pemkot Salatiga. Langkah ini dilakukan untuk membantu warga yang tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

"Setelah proposalnya jadi, langsung kami ajukan ke pemkot. Kami berharap setelah proposal bantuan kami ajukan, pemkot bisa segera melakukan dropping air," terangnya.

Lebih jauh, Muhdi menyatakan, krisis air bersih sudah menjadi bencana tahunan bagi warga Ngronggo. Atas dasar itu, warga berharap ada perhatian khusus dari pemerintah untuk mengatasi masalah yang dihadapi warga Ngronggo ini.

"Kami minta PDAM bisa membuka jaringan air bersih ke Ngronggo agar kami bisa menikmati layanan air bersih. Sehingga tidak keropatan mencari air saat kemarau," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kota Salatiga Kusumo Adji menyatakan, pihaknya siap melakukan dropping air bersih ke Ngronggo. Hanya dropping baru bisa dilakukan jika sudah ada permintaan dari warga.

"Sebelum ada permintaan dari warga, kami belum bisa melakukan dropping air bersih. Sebab dasar melakukan dropping adalah permintaan dari warga," tandasnya.
(san)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
1 jam yang lalu
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
3 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
3 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
6 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
7 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
7 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved