Orangtua mengeluh pungutan komite sekolah

Jum'at, 27 September 2013 - 21:47 WIB
Orangtua mengeluh pungutan...
Orangtua mengeluh pungutan komite sekolah
A A A
Sindonews.com - Sejumlah orangtua siswa di Depok mengeluhkan rencana komite sekolah yang akan memungut dana bantuan operasional siswa antara Rp200.000-300.000. Pungutan tersebut rencananya akan diminta mulai Oktober 2013.

Menurut para orangtua pungutan tersebut seharusnya tidak perlu diadakan. Karena pemerintah telah memberikan dana Bantuan Operasional Siswa (BOS).

"Terus terang saya tidak setuju, apalagi dipatok R 200.000 per bulan. Sudah begitu tiap bulan lagi akan dipungutnya dan tidak transparan," tutur salah seorang orangtua siswa SMAN 5 Depok yang enggan disebutkan namanya, Jumat (27/09/2013).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komite SMAN 5 Depok Abu Bakar menjelaskan, rencana pungutan itu berdasarkan rapat komite sekolah SMA dan SMK negeri se Kota Depok. Rapat itu digelar karena mengakomodir permintaan kepala sekolah.

Besarnya biaya operasional sekolah membuat sekolah pun menjerit. Sebab dana BOS sebesar Rp166.000 per bulan untuk tiap siswa tidak mencukupi.

"Tiap bulan komite sekolah SMA dan SMK negeri rapat. Pembahasannya mengenai besarnya biaya operasional sekolah. Dari rapat terakhir diputuskan adanya partisipasi orangtua siswa. Rencananya bulan depan orangtua siswa dipungut Rp200.000," imbuhnya.

Dikatakan Abu Bakar, dana tersebut akan dipergunakan untuk operasional siswa. Di antaranya adalah kegiatan ekstrakurikuler. Dana tersebut tidak akan dipergunakan untuk memberi insentif kepada guru.

Di lain pihak, Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Dinas Pendidikan Kota Depok Siti Chaeriyah menyatakan pihaknya tidak mengetahui mengenai rencana komite sekolah tersebut. Sebab pihaknya tidak mendapatkan laporannya.

"Kami tidak tahu ada rencana pungutan itu. Laporannya belum masuk ke saya," paparnya.

Siti menjelaskan, sesuai aturan yang ada komite sekolah dapat meminta partisipasi orangtua siswa untuk keberlangsungan proses belajar mengajar. Namun partisipasi itu sifatnya sumbangan.

"Asalkan orangtua setuju dan tidak ditentukan nominalnya tidak apa-apa. Kemudian juga bagi yang tidak mampu jika tak membayar tidak masalah," ujarnya.
(hyk)
Berita Terkait
Letusan Kasus Pelecehan...
Letusan Kasus Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan Menggemparkan
Kasus Rudapaksa Dokter...
Kasus Rudapaksa Dokter PPDS, Menkes: Pendidikan Kedokteran Perlu Dibenahi
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
KPK Sebut Pendidikan...
KPK Sebut Pendidikan di Indonesia Masih Berorientasi Uang
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
20 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved