BPN serahkan 185 ribu sertifikat tanah

Kamis, 26 September 2013 - 00:31 WIB
BPN serahkan 185 ribu...
BPN serahkan 185 ribu sertifikat tanah
A A A
Sindonews.com - Kerja keras Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI dalam percepatan penyelesaian pendaftaran sertifikat tanah membuahkan hasil.

Selama kurun waktu kuartal kedua pada September 2013, BPN RI telah menyelesaikan sejumlah 185.553 bidang sertifikat tanah atau sebanyak 77.10 persen dari target yang ditetapkan sebanyak 236.150 bidang tanah.

Sertifikat yang telah terselesaikan tersebut berada di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tenggara.

Sementara sertifikat yang diserahkan untuk wilayah Maluku Utara, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Sumatera Bagian Utara, Sumatera Bagian Selatan, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat sebanyak 330.251 sertifikat.

Dengan demikian jumlah sertifikat yang telah BPN RI sebanyak 515.804 bidang tanah.

Kepala BPN RI, Hendarman Supandji mengungkapkan, melalui semangat perubahan pihaknya telah melakukan beberapa program strategis salah satunya legalisasi aset tanah dalam rangka percepatan pendaftaran tanah di seluruh wilayah NKRI.

Legalisasi aset yang dilakukan mempunyai manfaat yang besar yakni memberikan jaminan kepastian hak atas tanah, mencegah sengketa dan meningkatkan kesejahteraan.

"Kepastian hak atas tanah ini bukan hanya bagi pemegang haknya, akan tetapi bangsa secara keseluruhan," kata Hendarma Supandji dalam peringatan Hari Agraria di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan Kabupaten Pasuruan, Rabu (25/9/2013).

Pihaknya berharap, percepatan program ini tidak membuat jajarannya berpuas diri. Melainkan semakin berbenah diri untuk dapat mengoptimalkan pemanfaatan sertifikat tanah yang diserahkan.

Pihaknya akan turut serta memikirkan dan membangun dukungan akses pemanfaatan tanah tersebut. Sehingga tanah yang telah bersertipikat dapat meningkatkan kesejahteraan pemegang haknya.

"BPN telah bekerja sama dengan Bank Indonesia, bank-bank di daerah, BUMN dan beberapa perusahaan swasta untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kerjasama ini berupa akses permodalan, pelatihan, pembibitan, pengembang-biakan ternak maupun bantuan akses lainnya," tandas mantan Jaksa Agung RI tersebut.

Sementara itu, Menko Polhukam, Joko Suyanto menandaskan, penerbitan sertifikat ini untuk memberikan rasa aman sekaligus dalam rangka mengurangi konflik tanah yang kerap terjadi dimasyarakat.

Kekawatiran akan tumpang tindih dan penyerobatan tanah juga dapat dihindari.

"Jaminan kepastian kepemilikan tanah akan membantu mewujudkan stabilitas keamanan, ekonomi, politik. Sebaliknya, tidak adanya jaminan hak atas tanah akan dengan mudah memunculkan konflik, sengketa kepemilikan hak atas tanah dimasyarakat," kata Joko Suyanto.
(lns)
Berita Terkait
Komitmen Jokowi Tuntaskan...
Komitmen Jokowi Tuntaskan Konflik Agraria Diakui Manfaatnya oleh Masyarakat
Konflik Lahan Masih...
Konflik Lahan Masih Tinggi, Program Reforma Agraria Tak Berjalan Optimal
Audiensi DPR–KPA,...
Audiensi DPR–KPA, Dorong Percepatan Reforma Agraria
Kemenag Soroti Konflik...
Kemenag Soroti Konflik Agraria di Vihara Amurva Bhumi Jaksel
Mendesak Badan Reforma...
Mendesak Badan Reforma Agraria
Pekerjaan Menumpuk Menteri...
Pekerjaan Menumpuk Menteri Agraria
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
52 menit yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
2 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
2 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
3 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
4 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
4 jam yang lalu
Infografis
Korea Utara Pamerkan...
Korea Utara Pamerkan Kapal Perang Perusak Berbobot 5 Ribu Ton
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved