Ini penjelasan Dishub DKI soal konsep ERP

Rabu, 25 September 2013 - 09:44 WIB
Ini penjelasan Dishub...
Ini penjelasan Dishub DKI soal konsep ERP
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerapkan sistem Electronic Road Pricing (ERP) atau sistem jalan berbayar elektronic guna mengurai kemacetan di Ibu Kota Jakarta pada 2014 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono menjelaskan, konsep ERP yang rencananya diterapkan di Jakarta pada tahun depan akan mengadopsi dari negara Singapura dan Stockholm. Karakteristik kedua negara yang berbeda itu bakal digabungkan dan disesuaikan dengan Jakarta.

"Ya dua-duanya, nanti akan kami gabungkan, karena karakteristik dari masing-masing negara kan beda. Jadi kami sesuaikan dengan yang ada di Jakarta," kata Udar saat dihubungi wartawan, Rabu (25/9/2013).

Ia mencontohkan, di negara Singapura, tarif sistem jalan berbayar elektronik atau ERP ditentukan dari kepadatan lalu lintas. Sehingga, semakin macet kondisi arus lalu lintas, besaran tarifnya akan semakin mahal.

"Di Singapura itu tarif ditentukan dari kepadatan. Jadi semakin macet akan semakin mahal. Kalau pas jalannya sepi tarifnya murah," terangnya.

Udar mengutarakan, teknisnya, jalur yang telah ditentukan sebagai lokasi sistem ERP nantinya dipasang alat semacam pemindai. Sehingga mobil yang melewati jalan itu akan dikenakan tarif secara otomatis.

"Di dalam mobil nanti ditanam chip yang ada saldonya, sehingga kalau lewat jalan ERP otomatis akan terpotong. jadi, nggak perlu berhenti kayak di tol. Kalau habis ya isi ulang," bebernya.

Menurut Udar, sistem ERP sendiri rencananya akan diterapkan di jalur Sudirman-Thamrin karena kawasan itu merupakan jalan yang paling padat kendaraan. Di mana, berdasarkan data Dinas Perhubungan, ada sekira 200 ribu unit kendaraan yang melintas di kawasan itu setiap harinya.

"Tarif ERP paling mahal Rp21 ribu, tapi ya itu tadi, nanti bisa berubah, karena kalau pas arus lalu lintas sepi, tarifnya bisa lebih murah jatuhnya," tutupnya.
(mhd)
Berita Terkait
Deretan Kota-Kota di...
Deretan Kota-Kota di Indonesia dengan Tingkat Kemacetan Tertinggi
Makin Parah, Jakarta...
Makin Parah, Jakarta Tempati Peringkat Ketujuh Kota Termacet di Dunia
Kurangi Macet di Jakarta,...
Kurangi Macet di Jakarta, Heru Budi Akan Bahas Pembagian Jam Kerja Usai Lebaran
Potret Kemacetan Imbas...
Potret Kemacetan Imbas Penutupan Jalan Protokol
Kerugian Rp71,4 Triliun...
Kerugian Rp71,4 Triliun Akibat Macet Parah di 6 Kota
Jelang Jumatan, Mampang...
Jelang Jumatan, Mampang Prapatan Macet Parah
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
38 menit yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
1 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
3 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved