Rentetan tembakan di Sampangan bikin panik warga
Jum'at, 20 September 2013 - 10:21 WIB
Rentetan tembakan di Sampangan bikin panik warga
A
A
A
Sindonews.com - Warga Sampangan dibuat heboh dengan suara rentetan ledakan dan tembakan. Siswanto, warga Jalan Lamongan, Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, mengatakan suara rentetan tembakan dan ledakan itu terjadi berulang-ulang.
"Sekitar 10 menit suaranya terus terdengar. Mirip suara senjata, lalu ada suara ledakan. Keras sekali," katanya, kepada wartawan, Jumat (20/9/2013).
Menjelang pukul 01.00 WIB, rentetan suara itu kembali terdengar. "Suaranya membuat tidak nyaman," lanjutnya.
Ternyata, suara itu berasal dari kompleks Akademi Kepolisian (Akpol) yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.
Pejabat Hubungan Masyarakat (Humas) Akpol Ajun Komisaris Besar Yusron membenarkan suara rentetan tembakan dan ledakan berasal dari kompleks Akpol.
"Betul, Akpol semalam ada latihan di dalam kompleks. Taruna tingkat 1 yang baru masuk pendidikan. Namanya PLB (Panggilan Luar Biasa). Jadi taruna dibangunkan mendadak untuk apel dan latihan," katanya saat dihubungi wartawan.
Cara membangunkan para taruna itu, kata Yusron, memang dengan dibunyikan ledakan dan rentetan tembakan oleh para pelatihnya.
"Itu basic, istilahnya Chandradimuka Bhayangkara. Melatih kesiapsiagaan, jadi begitu mendengar bunyi itu, mereka bangun dan langsung berkumpul untuk apel. Lucu-lucu itu, ada yang enggak pakai sepatu, cuma celana pendek. Karena memang mendadak, harus berkumpul cepat," tambahnya.
Mengenai jam PLB, Yusron mengatakan itu dirahasiakan. Namun tetap menjadi rutinitas. Bagian dari pendidikan taruna.
"Semalam betul itu sekitar pukul 00.00 WIB. Memang jamnya dirahasiakan, tidak menentu. Jadi begitu mereka tidur nyenyak, harus bangun dan berkumpul. Kalau jamnya menentu, dijadwal, nanti mereka (taruna) bisa siap-siap dulu dong, enggak tidur, pakai seragam dan sepatu," tutupnya.
"Sekitar 10 menit suaranya terus terdengar. Mirip suara senjata, lalu ada suara ledakan. Keras sekali," katanya, kepada wartawan, Jumat (20/9/2013).
Menjelang pukul 01.00 WIB, rentetan suara itu kembali terdengar. "Suaranya membuat tidak nyaman," lanjutnya.
Ternyata, suara itu berasal dari kompleks Akademi Kepolisian (Akpol) yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.
Pejabat Hubungan Masyarakat (Humas) Akpol Ajun Komisaris Besar Yusron membenarkan suara rentetan tembakan dan ledakan berasal dari kompleks Akpol.
"Betul, Akpol semalam ada latihan di dalam kompleks. Taruna tingkat 1 yang baru masuk pendidikan. Namanya PLB (Panggilan Luar Biasa). Jadi taruna dibangunkan mendadak untuk apel dan latihan," katanya saat dihubungi wartawan.
Cara membangunkan para taruna itu, kata Yusron, memang dengan dibunyikan ledakan dan rentetan tembakan oleh para pelatihnya.
"Itu basic, istilahnya Chandradimuka Bhayangkara. Melatih kesiapsiagaan, jadi begitu mendengar bunyi itu, mereka bangun dan langsung berkumpul untuk apel. Lucu-lucu itu, ada yang enggak pakai sepatu, cuma celana pendek. Karena memang mendadak, harus berkumpul cepat," tambahnya.
Mengenai jam PLB, Yusron mengatakan itu dirahasiakan. Namun tetap menjadi rutinitas. Bagian dari pendidikan taruna.
"Semalam betul itu sekitar pukul 00.00 WIB. Memang jamnya dirahasiakan, tidak menentu. Jadi begitu mereka tidur nyenyak, harus bangun dan berkumpul. Kalau jamnya menentu, dijadwal, nanti mereka (taruna) bisa siap-siap dulu dong, enggak tidur, pakai seragam dan sepatu," tutupnya.
(san)