Rekapitulasi ditunda, Bima tuding ada upaya penggembosan suara

Senin, 16 September 2013 - 20:23 WIB
Rekapitulasi ditunda,...
Rekapitulasi ditunda, Bima tuding ada upaya penggembosan suara
A A A
Sindonews.com - Calon Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menduga penundaan rapat pleno rekapitulasi suara di tingkat kelurahan yang terjadi pada Minggu 15 September 2013, sarat dengan penggembosan suara.

"Jelaslah penundaan itu sangat mempengaruhi terhadap suara, karena semakin lama rekapitulasi ditunda maka semakin rawan tingkat kecurangan dengan menggembosi suara yang kita peroleh," katanya di Bogor, Senin (16/9/2013).

Selain itu, Arya juga menuding, selama penundaan proses rekapitulasi suara ditingkat kelurahan itu ada yang berusaha mengintervensi atau menekan kepada panitia pemungutan suara.

"Maka dari itu saya berharap rekan-rekan Pegawai Negeri Sipil (PNS) baik pejabat struktural setingkat Camat maupun lurah agar tidak menekan ke PPS maupun PPK," katanya.

Tak hanya itu, kata Bima, penundaan tersebut terkesan sengaja diulur-ulur oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengintruksikan kepada PPS.

"Ya kelihatannya seperti itu (intervensi dari pasangan cawalkot lain). Tapi saya tetap percaya pada KPU dan yakin atau optimis hasil penghitungan suara nanti, tidak jauh berbeda dengan data quick count maupun real count," ungkapnya.

Pihaknya juga telah menyiapkan segala kemungkinan terburuk, jika pada saat rekapitulasi di KPU ternyata tidak sesuai atau kalah dari pasangan calon lain, atau menang namun tetap digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kita sudah siap sekali menyiapkan tim advokasi dan bukti-bukti lainnya berupa video kalau memang nantinya berujung ke MK. Bahkan kita sudah komunikasi dengan MK," tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Kota Bogor Syafrudin Bima menambahkan, hingga saat ini tim relawan saksi-saksi yang ada di tingkat kelurahan sudah hampir seluruhnya menyerahkan hasil rekapitulasi suara yang dituangkan dalam formulir C1.

"Hingga saat ini sudah 95 persen suara yang masuk berdasarkan hasil rekapitulasi di tingkat kelurahan, hanya tinggal beberapa kelurahaan saja yang belum selesai proses rekapitulasinya dan akan kita tunggu hingga malam hari," katanya.

Anggota KPU Kota Bogor bidang Advokasi Tety Satinatawati mengatakan, instruksi diundurnya pelaksanaan rapat pleno perhitungan suara di tingkat kelurahan pada Minggu 15 September lalu dimaksudkan untuk memastikan kesiapan petugas PPS yang akan melakukan rapat pleno.

"Kami bermaksud untuk memberikan keleluasaan terhadap petugas PPS untuk mempersiapkan dalam perhitungan suara ditingkat kelurahan melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)," katanya.

Lebih lanjut, pihaknya berdalih penundaan tersebut dikarenakan ada beberapa kelurahan di Kota Bogor yang kantornya sedang direnovasi.

"Yaa. Misalkan saja kelurahan Cimahpar, kantornya kan sedang direnovasi, makanya kami berinisiatif untuk melakukan penundaan tersebut," terangnya.

Menurutnya berdasarkan jadwal yang ditentukan oleh KPU, pelaksanaan rapat pleno dan perhitungan ditingkat PPS dilaksanakan selama dua hari yakni mulai tanggal 15 hingga 16 September.

"Jadi itu tidak menyalahi aturan, karena waktu perhitungan di PPS masih dilakukan sesuai dengan jadwal," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil proses pemungutan suara di Pilkada Kota Bogor Sabtu 14 September lalu berlangsung ketat. Pasalnya, dalam hitung cepat atau quick count versi dua peraih suara terbanyak, dua pasang calon masing-masing mengklaim unggul.

Dua pasangan calon tersebut yakni nomor urut 2 Bima Arya Sugiarto-Usmar Hariman (Bima-Usmar) dan nomor urut 3 Achmad Ru'yat - Aim Halim Hermana (Ru'yat-Aim).

Informasi diperoleh menyebutkan kubu Bima-Usmar yang menggunakan Lembaga Survei Charta Politika, dalam Pilkada Kota Bogor ini, hingga pukul 18.00 WIB, pasangan yang diusung PAN, Demokrat, Gerindra, PBB dan PKB ini berhasil meraih suara 35,0 persen, disusul pasangan Ru'yat-Aim (33,1 persen), pasangan nomor urut empat Dody Rosadi-Untung Maryono (15,8 persen), nomor urut 4 Syaiful Anwar-Muztahidin Al Ayubi (10,0 persen) dan di posisi terakhir pasnagan nomor urut satu nomer satu, Firman Sidik Halim-Gartono (6,1 persen).

Sementara quick count versi Ru'yat-Aim, pasangan yang diusung PKS, PPP dan Hanura berhasil meraih suara 35,2 persen, posisi ke dua ditempati pasangan Bima-Usmar (31,8 persen), kemudian Dody-Untung (15,4 persen), Syaeful-Muztahidin (10,5 persen) dan Firman-Gartono (7,1 persen).
(mhd)
Berita Terkait
Cawalkot Atang Trisnanto...
Cawalkot Atang Trisnanto Siap Lanjutkan Bangun Bogor Nyaman untuk Semua
5 Paslon Bacawalkot...
5 Paslon Bacawalkot dan Bacawawalkot Bogor Sudah Daftar di KPU Kota
Menakar Peluang Atang-Annida...
Menakar Peluang Atang-Annida di Pilwalkot Bogor
Simulasi Pemungutan...
Simulasi Pemungutan Suara, DPRD Kota Bogor Sampaikan Beberapa Catatan
Atang Trisnanto Ajak...
Atang Trisnanto Ajak Kampus Rumuskan Ikonik Digitalisasi Kota Bogor
Obor Hurung Deklarasi...
Obor Hurung Deklarasi Dukung Sendi Jadi Calon Wali Kota Bogor
Berita Terkini
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
26 menit yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
6 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
7 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
8 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
10 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
11 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved