Penyelundup narkoba kebanyakan dari Malaysia
Rabu, 11 September 2013 - 19:53 WIB
Penyelundup narkoba kebanyakan dari Malaysia
A
A
A
Sindonews.com - Meski perang melawan narkoba sudah dimulai sejak dahulu, namun nyatanya penyelundupan barang haram tersebut masih ada dan bahkan mengalir deras.
Direktur Penindakan dan Penyidikan Dirjen Bea Cukai, Muhamad Sigit, menjelaskan kasus penyelundupan narkoba ke Indonesia pada tahun 2013 meningkat dari tahun 2012 lalu.
“Sampai Agustus 2013 ada 145 kasus. Sedangkan sepanjang tahun 2012, total keseluruhan ada 132 kasus,” bebernya kepada wartawan, Rabu (11/9/2013).
Dari seluruh kasus yang ada, kebanyakan narkoba diselundupkan melalui jalur udara dan melalui paket pos.
“Kalau modus itu ada yang mengirim langsung melalui paket pos, ada juga yang hand carry atau penumpang (pesawat) yang membawa barang bawaan,” jelasnya.
Menurutnya, dari hasil tangkapan pada tahun 2013 hingga bulan Agustus, petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu dengan total keseluruhan 418.358 gram atau senilai Rp 372 miliar.
Lebih lanjut, dari seluruh kasus yang ada pelaku masih didominasi oleh pria dengan total 119 pelaku. Sedangkan pelaku wanita hanya berjumlah 39 orang.
“Dari segi warga negara, orang India mengalami peningkatan luar bisa. Tahun 2012 hanya delapan orang. Sedangkan hingga pada 2013 hingga Agustus sudah tertangkap 21 orang,” terangnya.
Meski demikian, dari hasil tangkapan yang ada, warga negara Malaysia yang paling mendominasi, yakni 46 orang. Lalu disusul oleh warga negara Hongkong dengan 25 orang.
Sementara negara-negara lain, seperti Belanda dan Cina berada di urutan ketiga dan keempat untuk kasus penyelundupan narkoba ke Indonesia.
Direktur Penindakan dan Penyidikan Dirjen Bea Cukai, Muhamad Sigit, menjelaskan kasus penyelundupan narkoba ke Indonesia pada tahun 2013 meningkat dari tahun 2012 lalu.
“Sampai Agustus 2013 ada 145 kasus. Sedangkan sepanjang tahun 2012, total keseluruhan ada 132 kasus,” bebernya kepada wartawan, Rabu (11/9/2013).
Dari seluruh kasus yang ada, kebanyakan narkoba diselundupkan melalui jalur udara dan melalui paket pos.
“Kalau modus itu ada yang mengirim langsung melalui paket pos, ada juga yang hand carry atau penumpang (pesawat) yang membawa barang bawaan,” jelasnya.
Menurutnya, dari hasil tangkapan pada tahun 2013 hingga bulan Agustus, petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu dengan total keseluruhan 418.358 gram atau senilai Rp 372 miliar.
Lebih lanjut, dari seluruh kasus yang ada pelaku masih didominasi oleh pria dengan total 119 pelaku. Sedangkan pelaku wanita hanya berjumlah 39 orang.
“Dari segi warga negara, orang India mengalami peningkatan luar bisa. Tahun 2012 hanya delapan orang. Sedangkan hingga pada 2013 hingga Agustus sudah tertangkap 21 orang,” terangnya.
Meski demikian, dari hasil tangkapan yang ada, warga negara Malaysia yang paling mendominasi, yakni 46 orang. Lalu disusul oleh warga negara Hongkong dengan 25 orang.
Sementara negara-negara lain, seperti Belanda dan Cina berada di urutan ketiga dan keempat untuk kasus penyelundupan narkoba ke Indonesia.
(lns)