Terorisme terjadi karena komunikasi terputus

Rabu, 11 September 2013 - 18:39 WIB
Terorisme terjadi karena...
Terorisme terjadi karena komunikasi terputus
A A A
Sindonews.com – Aksi terorisme yang terjadi selama ini penyebabnya adalah komunikasi yang terputus antara pemerintah dengan kalangan radikal. Begitu pula komunikasi dengan para mantan narapidana kasus terorisme selama ini tidak dilakukan oleh pemerintah.

Selain pemerintah, masyarakat luas juga perlu turut andil dalam upaya deradikalisasi teror, termasuk kalangan akademisi.

Persoalan terorisme dan pemerintah ini menjadi pembahasan para mahasiswa doktoral ilmu hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dalam seminar bertema Penanggulangan Terorisme: Antara Maenjaga Keutuhan NKRI dan Penegakan HAM.

Dalam seminar itu hadir narasumber kompeten; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) Ansyaad Mbai, Deputi Penindakan dan Pembinaan BNPT, Inspektur Jenderal Arif Dharmawan, dengan keynote speaker Kapolda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Dwi Priyatno.

Ketua panitia acara tersebut, Elan Subilan, mengatakan di Kota Semarang ada sekitar 18 orang mantan narapidana terorisme. Mereka tentu dirangkul untuk bersama – sama komunikasi dalam acara itu.

“Terorisme terjadi karena komunikasi yang macet. Pada acara ini termasuk membicarakan kenapa polisi jadi sasaran. Sudah ada empat polisi meninggal ditembak, tidak ada satupun dari BNPT. Ini membuktikan para penyerangnya bisa dari siapa saja. Tak terkecuali peristiwa di depan Gedung KPK itu, itu bisa sentimen korps, dilatarbelakangi kasus narkoba, hingga korupsi,” kata Elan mahasiswa S3 Ilmu Hukum Undip yang juga menjabat Kapolrestabes Semarang ini saat memberikan keterangan pers di Gedung Fakultas Hukum Undip, Rabu (11/9/2013).

Terkait terorisme, kata Elan, pendekatan harus terus dilakukan bersama – sama. Tak terkecuali dari kalangan akademisi, media, pemerintah ataupun masyarakat luas.

“Ini adalah masalah kemanusiaan,” tambahnya.

Ketua Program Doktoral Ilmu Hukum Undip, Prof. Adji Samekto, berargumen terorisme menjadi obyek kajian yang penting karena sifatnya laten.

“Sifatnya terus menerus, terus terjadi. Di sini kami juga memelajari. Ada pergeseran penyebab kenapa aksi teror itu muncul, basisnya bukan hanya ideologi, atau ekonomi. Diharapkan setelah seminar ini bisa ke tingkat simposium dan ditindaklanjuti pemerintah daerah,” tandasnya.
(lns)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
6 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
6 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
6 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
6 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
6 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
7 jam yang lalu
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved