Korban trafficking disuruh jual buku & minta sumbangan

Rabu, 11 September 2013 - 16:34 WIB
Korban trafficking disuruh...
Korban trafficking disuruh jual buku & minta sumbangan
A A A
Sindonews.com - Lima korban trafficking dipulangkan dari Batam. Mereka tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, sekitar pukul 14.09 Wita, dengan pesawat Lion JT 796. Terdiri dari Rb (40), RD (14), SN (13), Rft (14), SFL (13).

Kelima korban berasal dari Desa Sapana, Kecamatan Binamo, Kabupaten Jeneponto, Sulsel. Mereka ditipu oleh AW, sponsor utama untuk dipekerjakan di Kepulauan Riau, sebagai penjual buku dan upah penjualan Rp10 persen.

"Mereka menjual buku dari rumah ke rumah, di jalanan, pertokoan, rumah makan, dan lain-lain. Korban bekerja dari jam sembilan pagi sampai jam dua siang. Kadang, mereka bekerja sampai sore," ujar pengurus Rumah Perlindungan Sosial Anak Kementerian Sosial Republik Indonesia Ike Mustika, saat mengantar kelimanya, di bandara, Rabu (11/9/2013).

Ditambahkan dia, seluruh korban berada di Kepri sejak Mei 2013. Mereka juga dipekerjakan sebagai peminta sumbangan dengan menyertakan buku sumbangan. Pada buku sumbangan itu, tertulis Panti Asuhanan Berkah di Makassar.

Kelimanya ditemukan petugas Dinas Sosial Kepri, lalu diamankan dan tinggal sementara di rumah singgah Engku Putri Kepri, sejak 28 Juni 2013. Kelimanya pun mendapatkan pendampingan dan layanan rumah singgah engku putri Kepri.

"Setelah itu, tanggal 25 Juli, mereka dirujuk me RPSA Bambu Apus Jakarta untuk pemulihan, untuk persiapan pemulangan dan reintegrasi sosial ke daerah asal," sebutnya.

Satu korban trafficking RD (14) yang juga anak pelaku trafficker AW mengatakan, selama di Batam mereka melakukan penjualan buku agama dan menawarkan buku sumbangan. Kedatangannya di sana bersama ibunya yang saat ini masih di tahan di Polres Kepri, karena kasus tersebut.

Dia mengaku, bertemu dengan teman-temannya di pelabuhan. Setelah berkumpul, mereka bertolak ke Batam. "Saya bertemu teman-teman di pelabuhan. Kami tidak ada yang memaksa. Kami ke sana karena keinginan membantu orangtua," jelasnya.

Dari pantauan di Bandara Sultan Hasanuddin, kelima korban masih terlihat syok. Apa lagi saat mendapatkan sorotan kamera wartawan. Beberapa di antara mereka masih enggan diwawancarai. (san)
(hyk)
Berita Terkait
Miris! Perdagangan Manusia...
Miris! Perdagangan Manusia Berkedok Warung Kopi, 18 Wanita Disekap
Penyelundup Manusia...
Penyelundup Manusia Manfaatkan Krisis Global Saat Pandemi Covid-19
Polda Kepri Selamatkan...
Polda Kepri Selamatkan 5 Wanita yang Dijadikan Penari Antarpulau
Bocah Diculik-Ditukar...
Bocah Diculik-Ditukar Tabung Gas Bisa Masuk Kategori Perdagangan Manusia
Viral WNI Disekap di...
Viral WNI Disekap di Myanmar, Keluarga Minta Pemerintah Pulangkan Korban
Peringatan Hari Anti...
Peringatan Hari Anti Perdagangan Manusia Dunia
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
5 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
6 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
6 jam yang lalu
Infografis
NASA Minta Penduduk...
NASA Minta Penduduk Bumi Siaga 1, Kondisi Alam Semesta Tak Stabil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved