Hebat, nenek ini padamkan kebakaran rumahnya sendirian
Rabu, 04 September 2013 - 17:57 WIB
Hebat, nenek ini padamkan kebakaran rumahnya sendirian
A
A
A
Sindonews.com - Lantaran ingin memadamkan kebakaran toko sekaligus rumahnya sendirian, Handayani (75), nenek pemilik Toko Sinar Indah, di Jalan Depok, No.39, Kecamatan Semarang Tengah, ikut terbakar api.
Wanita yang rambutnya sudah memutih ini, harus bolak–balik mengambil air di kamar mandi, dan disiramkan ke titik api. Kendati sudah keras perjuangan sang nenek, api tetap membesar. Bahkan, kepala, dan kedua tangan, serta kakinya mengalami luka bakar.
Kendati begitu, sang nenek tidak menyerah. Dia terus mengambil air dan menyiramkannya ke api yang menjalari lantai dua rumahnya. Hingga akhirnya, warga menginformasikan kebakaran itu ke petugas pemadam.
Dengan cepat, petugas pemadam kebakaran datang dan berhasil menjinakkan api, sebelum meludeskan seluruh bangunan.
“Saya sedang di depan jaga toko. Ada dua karyawan, tapi mereka sedang kirim barang ke luar. Saat itulah tercium bau kebakaran dari bagian belakang,” kata sang nenek, membuka cerita sambil menahan sakit, Rabu (4/9/2013).
Curiga dengan bau itu, Handiyani bergegas ke belakang. Benar saja, api sudah membakar gudang yang berisi kardus. Api yang belum besar itu, berhasil dipadamkan Handiyani menggunakan air dari kamar mandi.
“Tapi ternyata muncul titik api lain, merembet ke atas di lantai dua. Saat itu api semakin besar dan ada petugas pemadam datang. Akhirnya bisa dipadamkan. Kerugiannya tidak banyak, untung saja tidak membakar bagian depan tempat jualan. Ada gas elpijinya,” lanjutnya.
Kepala Bidang Operasional dan Pengendalian Dinas Kebakaran Kota Semarang Sumarsono mengatakan, pemadaman cukup sulit dilakukan, karena titik api sulit dijangkau.
“Kami pakai mobil tangga dan selang untuk bisa menjangkaunya. Keterangan yang dihimpun, diduga kebakaran karena korsleting. Tapi pastinya nanti dari kepolisian yang menyelidiki,” katanya di lokasi kejadian.
Insiden itu, membuat warga sekitar berkerumun di dekat toko dua lantai. Petugas Polsek Semarang Tengah dan Polrestabes Semarang tiba di lokasi, dan mulai melakukan penyelidikan, termasuk tim Unit Identifikasi Sat Reskrim Polrestabes Semarang.
Polisi juga terlihat menutup Jalan Gajahmada arah ke Jalan Depok, agar tidak mengganggu upaya pemadaman api.
Wanita yang rambutnya sudah memutih ini, harus bolak–balik mengambil air di kamar mandi, dan disiramkan ke titik api. Kendati sudah keras perjuangan sang nenek, api tetap membesar. Bahkan, kepala, dan kedua tangan, serta kakinya mengalami luka bakar.
Kendati begitu, sang nenek tidak menyerah. Dia terus mengambil air dan menyiramkannya ke api yang menjalari lantai dua rumahnya. Hingga akhirnya, warga menginformasikan kebakaran itu ke petugas pemadam.
Dengan cepat, petugas pemadam kebakaran datang dan berhasil menjinakkan api, sebelum meludeskan seluruh bangunan.
“Saya sedang di depan jaga toko. Ada dua karyawan, tapi mereka sedang kirim barang ke luar. Saat itulah tercium bau kebakaran dari bagian belakang,” kata sang nenek, membuka cerita sambil menahan sakit, Rabu (4/9/2013).
Curiga dengan bau itu, Handiyani bergegas ke belakang. Benar saja, api sudah membakar gudang yang berisi kardus. Api yang belum besar itu, berhasil dipadamkan Handiyani menggunakan air dari kamar mandi.
“Tapi ternyata muncul titik api lain, merembet ke atas di lantai dua. Saat itu api semakin besar dan ada petugas pemadam datang. Akhirnya bisa dipadamkan. Kerugiannya tidak banyak, untung saja tidak membakar bagian depan tempat jualan. Ada gas elpijinya,” lanjutnya.
Kepala Bidang Operasional dan Pengendalian Dinas Kebakaran Kota Semarang Sumarsono mengatakan, pemadaman cukup sulit dilakukan, karena titik api sulit dijangkau.
“Kami pakai mobil tangga dan selang untuk bisa menjangkaunya. Keterangan yang dihimpun, diduga kebakaran karena korsleting. Tapi pastinya nanti dari kepolisian yang menyelidiki,” katanya di lokasi kejadian.
Insiden itu, membuat warga sekitar berkerumun di dekat toko dua lantai. Petugas Polsek Semarang Tengah dan Polrestabes Semarang tiba di lokasi, dan mulai melakukan penyelidikan, termasuk tim Unit Identifikasi Sat Reskrim Polrestabes Semarang.
Polisi juga terlihat menutup Jalan Gajahmada arah ke Jalan Depok, agar tidak mengganggu upaya pemadaman api.
(san)