Ogah bayar sesuai KHL, Ahok ultimatum perusahaan
Rabu, 04 September 2013 - 16:51 WIB
Ogah bayar sesuai KHL, Ahok ultimatum perusahaan
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan yang enggan membayar upah buruh sesuai Kehidupan Hidup Layak (KHL), membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama geram.
Bahkan, dia mengultimatum perusahaan seperti itu agar angkat kaki dari Jakarta atau merubah fungsikan lahannya menjadi gudang.
"Kita sudah kasih kelebihan, kalian boleh mengubah peruntukan jadi kawasan gudang, pabrik dan bisnis. Nah itu kan lebih adil, mereka bisa dapat uang lebih di sana," kata pria yang biasa disapa Ahok ini saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/9/2013).
Ahok menyebutkan, para buruh yang bekerja di pabrik-pabrik dan perusahaan di Jakarta sebagian besar berasal dari Jawa dan luar Jawa.
"Kalau kita mau jujur cek dengan baik, ketika pabrik didirikan di Jakarta yang bekerja sebetulnya orang dari mana-mana seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera, dan dari luar," bebernya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sendiri, lanjut Ahok, tengah berupaya menekan tingginya komponen KHL dengan menggenjot pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Jakarta.
"Intinya Pak Gubernur mau rekayasa sosial, orang harus punya kualitas hidup lebih baik, kerja lebih enak, jam kerja lebih pendek, menjadi keluarga lebih baik dan bantu kami kurangi macet," pungkasnya.
Bahkan, dia mengultimatum perusahaan seperti itu agar angkat kaki dari Jakarta atau merubah fungsikan lahannya menjadi gudang.
"Kita sudah kasih kelebihan, kalian boleh mengubah peruntukan jadi kawasan gudang, pabrik dan bisnis. Nah itu kan lebih adil, mereka bisa dapat uang lebih di sana," kata pria yang biasa disapa Ahok ini saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/9/2013).
Ahok menyebutkan, para buruh yang bekerja di pabrik-pabrik dan perusahaan di Jakarta sebagian besar berasal dari Jawa dan luar Jawa.
"Kalau kita mau jujur cek dengan baik, ketika pabrik didirikan di Jakarta yang bekerja sebetulnya orang dari mana-mana seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera, dan dari luar," bebernya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sendiri, lanjut Ahok, tengah berupaya menekan tingginya komponen KHL dengan menggenjot pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Jakarta.
"Intinya Pak Gubernur mau rekayasa sosial, orang harus punya kualitas hidup lebih baik, kerja lebih enak, jam kerja lebih pendek, menjadi keluarga lebih baik dan bantu kami kurangi macet," pungkasnya.
(mhd)