Bupati Blitar tantang BNN buka data pejabat narkoba

Rabu, 04 September 2013 - 12:54 WIB
Bupati Blitar tantang...
Bupati Blitar tantang BNN buka data pejabat narkoba
A A A
Sindonews.com - Bupati Blitar Herry Noegroho meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) membuka nama-nama pejabat di lingkungan pemerintahannya yang diduga sebagai pengguna narkoba.

Hal itu menyusul "bocor"nya data tes urine BNN yang menyebut adanya tujuh orang pejabat eksekutif dan legislatif yang terindikasi sebagai pecandu barang haram.

"Kalau memang itu benar (pejabat pengguna), BNN harus berani dong bicara ke pers serta nama-namanya, " jawab Bupati Herry Noegroho melalui pesan Blackberry Messengernya (BBM) Rabu (4/8/2013)

Selain beberapa orang setingkat kepala dinas, di antara tujuh pejabat yang diduga pengguna narkoba juga terdapat unsur pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Blitar.

Informasi tersebut "bocor" saat BNN bekerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar. Hasil uji ketidakterlibatan pejabat atas narkoba diduga "sengaja" disembunyikan pihak BNN.

Menurut Herry, informasi tersebut tidak bisa didiamkan begitu saja. Secepatnya ia akan mengklarifikasi lembaga terkait. "Kita akan klarifikasi ke BNN terkait kebenaran itu," pungkasnya.

Sementara dikonfirmasi terpisah, salah satu pejabat setingkat kepala dinas yang namanya muncul sebagai salah satu pengguna narkoba langsung menyangkal keras.

Bahkan, jika memang tuduhan itu terbukti, dirinya menyatakan siap mengundurkan diri sebagai kepala dinas.

"Semua itu tidak benar. Kalau memang terbukti saya siap mundur. Sebab tidak pantas seorang pejabat sampai menjadi pengguna," tantangnya.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa selama ini dirinya belum pernah menjalani tes urine terkait narkoba. Karenanya ia juga berani menjalani tes jika memang diinginkan.

"Karena dampaknya tidak ke saya saja, tapi ke keluarga. Saya berani dites hari ini juga, " tegasnya.

Sementara Kepala Satkorcab Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Kabupaten Blitar Imron Rosyadi mendesak permasalahan ini diusut tuntas.

Serupa dengan pernyataan bupati, Imron meminta BNN membuka hasil tes urine pejabat Pemkab, termasuk anggota DPRD, ke hadapan publik.

"Harus dibuka ke khalayak. Hal itu untuk membuktikan bahwa tes urin yang dilakukan BNN memang dilakukan secara transparan. Disisi lain, kerjasama itu (tes urin) adalah menggunakan dana APBD, "tegasnya.

Sementara hingga saat ini pihak BNN Kabupaten Blitar belum bisa dikonfirmasi terkait data keterlibatan pejabat akan narkoba.
(lns)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
6 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
6 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
7 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
8 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
8 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
11 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved