Pilkada Bogor, Ru'yat-Aim tak terpengaruh kasus PKS

Senin, 02 September 2013 - 18:12 WIB
Pilkada Bogor, Ruyat-Aim...
Pilkada Bogor, Ru'yat-Aim tak terpengaruh kasus PKS
A A A
Sindonews.com - Sejumlah pasangan calon Wali Kota Bogor yang bertarung dalam Pilkada Bogor 2013 berusaha menarik simpati tanpa menonjolkan parpol pengusungnya.

Pasangan nomor urut 3 Achmad Ru'yat dan Aim Halim Permana misalnya, pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hanura ini cenderung tidak terlalu mengidentikkan kemunculan mereka dengan parpolnya.

Sekretaris Tim Pemenangan Ru'yat-Aim, Najamudin, tidak memungkiri isu dugaan korupsi suap dalam impor daging sapi yang membelit mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sedikit banyak dianggap dapat mengganggu upaya pencitraan dan pemenangan pilkada.

"Namun kalau sekarang kami lebih banyak menonjolkan sosok kandidat di Pilkada Kota Bogor, itu bukan semata menghindar dari atribut partai pengusung. Ini hanya supaya masyarakat lebih mudah mengenal ketokohan Pak Ru'yat dan calon wakilnya," jelas Ketua bidang Pembangunan Umat DPD PKS Kota Bogor ini, Senin (2/9/2013).

Najamudin juga menekankan, pada awal masa sosialisasi pasangan calon, pihaknya selalu mengedepankan lambang ketiga parpol pengusung terutama PKS di mana Ru'yat menjadi kadernya.

Namun, peluang terbesar beberapa hari menjelang pencoblosan terutama pada masa kampanye ini adalah menguatkan keterkenalan dan ketokohan kandidat.

Selain Ru'yat-Aim, Pilkada Kota Bogor diikuti dua pasangan dari parpol yaitu nomor urut 2 Bima Arya-Usmar Hariman yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Pasangan nomor urut 4 Dody Rosadi-Untung Maryono (PDIP, Golkar, dan PKPI). Sementara itu, dua pasangan dari jalur independen yakni nomor urut 5 Syaeful Anwar-Muztahidin dan nomor urut 1 Firman Halim-Gastono.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Parahyangan, Bandung, Asep Warlan Yusuf, memandang, kandidat pilkada yang diusung PKS memang cenderung tidak menonjolkan bahkan menanggalkan atribut kepartaian dalam sosialisasi maupun kampanye mereka pascamencuatnya kasus dugaan korupsi yang melibatkan elite PKS di pusat.

Menurut Asep, jangankan Ru'yat, kader lain PKS Ahmad Heryawan sebagai incumbent saat maju di pemilihan gubernur Jawa Barat yang baru lalu pun berupaya agar atribut PKS tidak melekat pada dirinya.

"Itu untuk membendung citra negatif agar kasus dugaan suap impor daging sapi yang benar-benar menjadi pukulan telak bagi PKS tidak berdampak signifikan terhadap keterpilihan para kadernya yang maju di pilkada," jelas Asep.

Sedangkan, Bima Arya mengaku proporsional saja dan cukup seimbang menonjolkan diri dan pasangannya serta parpol-parpol pengusung saat berkampanye.

"Lihat saja, dalam kampanye rapat umum banyak atribut PAN, Demokrat, PBB, PKB, dan Gerindra. Tidak ada yang harus disembunyikan karena kita kan maju lewat parpol," katanya seusai kampanye di Lapangan Kresna Raya Indraprasta Bantarjati, Kota Bogor.

Kegiatan kampanye ini dihadiri juru kampanye sejumlah pengurus pusat partai pendukung seperti Edhie Baskoro Yudhoyono, Wanda Hamidah, Teguh Juwarno, Putra Jaya Husin, Hanif Dhakiri, Bara Hasibuan, MS Ka'ban, Ahmad Muzani, Iwan R Sulandjana, dan lainnya. (ysw)
(hyk)
Berita Terkait
Cawalkot Atang Trisnanto...
Cawalkot Atang Trisnanto Siap Lanjutkan Bangun Bogor Nyaman untuk Semua
5 Paslon Bacawalkot...
5 Paslon Bacawalkot dan Bacawawalkot Bogor Sudah Daftar di KPU Kota
Menakar Peluang Atang-Annida...
Menakar Peluang Atang-Annida di Pilwalkot Bogor
Simulasi Pemungutan...
Simulasi Pemungutan Suara, DPRD Kota Bogor Sampaikan Beberapa Catatan
Atang Trisnanto Ajak...
Atang Trisnanto Ajak Kampus Rumuskan Ikonik Digitalisasi Kota Bogor
Obor Hurung Deklarasi...
Obor Hurung Deklarasi Dukung Sendi Jadi Calon Wali Kota Bogor
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
1 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
2 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
2 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
2 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
4 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved