Warga Makassar rentan terkena penyakit jantung

Rabu, 28 Agustus 2013 - 18:33 WIB
Warga Makassar rentan...
Warga Makassar rentan terkena penyakit jantung
A A A
Sindonews.com - Masyarakat Makassar dinilai rentan mendapat serangan penyakit jantung. Hal itu diakibatkan oleh semakin tingginya tingkat polusi di kota itu.

“Pencemaran bisa menimbulkan berbagai dampak bagi kesehatan. Salah satunya jantung. Karena itu, Makassar sebagai kota yang tumbuh baik industrinya, maupun kendaraannya, menyebabkan tingkat polusi yang tinggi,” ujar Prof. Sakakibara Masaki, dari Ehime University Japan, Rabu (28/8/2013).

Dia menambahkan, menuurt data Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Sulsel, sebanyak 30 persen kendaraan di Kota Makassar tidak laik jalan, karena memiliki tingkat emisi gas di atas ambang rata-rata.

Dimana untuk kendaraan yang tahun pembuatannya 2007, ambang batas emisi yang ditetapkan yakni 200 HC dan 1,5 persen CO. Sedang untuk kendaraan dengan tahun pembuatan sebelum 2007 ambang batas ditetapkan 1.200 HC dan 4,5 persen.

“Hasil ini diperoleh setelah uji petik atas 1.500 kendaraan di Kota Makassar pada 2012 silam. 30 persen ini adalah kendaraan dengan usia pemakaian di atas lima tahun. Salah satu penyebab tingginya gas buang adalah spare part kendaraan tersebut kurang perawatan,” ungkapnya, saat seminar bertajuk "Heavy Metal Pollutions and Healt Problems In Indonesia" di Fakultas Kedokteran UMI.

Sementara itu. Dr dr. Nasruddin, Pembantu Dekan III Fakultas Kedokteran UMI mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk upaya pembelajaran untuk lebih mengoptimalkan teknologi industri beserta kesehatan, dan langkah bersama mencari solusinya.

"Tak hanya mengenai kedokteran saja, ini juga menyangkut masalah industri terhadap pengaruh limbah terhadap polusi di masyarakat. Maka dari itu, kita mengundang Fakultas Teknologi Industri dan Kesehatan Masyarakat untuk duduk bersama menyelesaikan masalah polusi ini," katanya.

Menurutnya, Jepang salah satu negara yang berhasil memanfaatkan teknologi untuk menghentikan laju polusi industri beserta limbah. Maka dari itu, dia berharap agar UMI dan Ehima bisa saling bekerja sama, baik dalam bidang pengiriman SDM maupun seminar.

"Kita berharap kerja sama yang baik, antara Fakultas Teknologi Industri, Kesehatan, dan kedokteran, dengan Ehime University nantinya. Baik dari segi peningkatan SDM, share teaching, dan world clas university," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
9 jam yang lalu
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
10 jam yang lalu
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
10 jam yang lalu
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
10 jam yang lalu
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
11 jam yang lalu
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
11 jam yang lalu
Infografis
Zohran Mamdani, Kerikil...
Zohran Mamdani, Kerikil di Jantung Paman Sam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved