Ahok ogah beri insentif ke PKL Tanah Abang
Selasa, 27 Agustus 2013 - 11:28 WIB
Ahok ogah beri insentif ke PKL Tanah Abang
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama memastikan tidak akan memberikan intensif terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati kios di Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
"Intensif kan sudah kita berikan dengan membebaskan mereka uang sewa selama enam bulan," kata Ahok saat ditemui di Balaikota, Selasa (27/08).
Ahok juga membenarkan jika nantinya para pedagang akan dikenakan uang iuran kebersihan. Iuran itu dipungut sebagai biaya pengelolaan kebersihan sampah pedagang di lokasi.
"Betul kalau iuran kebersihan harus bayar, kan patungan bersama untuk kebersihan. Kalau mereka merasa kemahalan, bisa putuskan gabung sendiri," jelasnya.
Mantan Bupati Belitung ini mencontohkan, para pedagang di Pasar Sunter pernah mengeluhkan biaya retribusi kebersihan yang dianggap terlalu mahal. Sementara mereka menilai sampah di lokasi terkadang tidak dibersihkan.
"Akhirnya kita persilahkan mereka menunjuk lokasi mana saja yang enggak bersih. Kalian sanggup enggak keluar uang sendiri. Kalau enggak sanggup, ya kita akan transparan PD Pasar Jaya gunakan uang itu kemana aja," tegasnya.
"Intensif kan sudah kita berikan dengan membebaskan mereka uang sewa selama enam bulan," kata Ahok saat ditemui di Balaikota, Selasa (27/08).
Ahok juga membenarkan jika nantinya para pedagang akan dikenakan uang iuran kebersihan. Iuran itu dipungut sebagai biaya pengelolaan kebersihan sampah pedagang di lokasi.
"Betul kalau iuran kebersihan harus bayar, kan patungan bersama untuk kebersihan. Kalau mereka merasa kemahalan, bisa putuskan gabung sendiri," jelasnya.
Mantan Bupati Belitung ini mencontohkan, para pedagang di Pasar Sunter pernah mengeluhkan biaya retribusi kebersihan yang dianggap terlalu mahal. Sementara mereka menilai sampah di lokasi terkadang tidak dibersihkan.
"Akhirnya kita persilahkan mereka menunjuk lokasi mana saja yang enggak bersih. Kalian sanggup enggak keluar uang sendiri. Kalau enggak sanggup, ya kita akan transparan PD Pasar Jaya gunakan uang itu kemana aja," tegasnya.
(ysw)