Disnaker Sulsel antisipasi PHK massal

Minggu, 25 Agustus 2013 - 15:36 WIB
Disnaker Sulsel antisipasi...
Disnaker Sulsel antisipasi PHK massal
A A A
Sindonews.com - Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal imbas semakin melemahnya nilai tukar rupiah, Disnaker terus menggiatkan koordinasi dengan para perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Sulsel.

Langkah ini sebagai upaya antisipasi untuk menghindari terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di daerah ini menyusul kian melemahnya nilai tukar rupiah.

“Kita upayakan secara maksimal agar melemahnya rupiah tidak akan berpengaruh pada pemutusan hubungan kerja (PHK) Massal. Dialog dengan para pengusaha dan pekerja terus dilakukan,” ungkap Basir kepada wartawan di Makassar, Minggu (25/8/2013).

Menurut Basir, dampak melemahnya rupiah dirasakan berbeda oleh perusahaan. Bagi yang membutuhkan bahan baku lokal, maka tidak berpengaruh secara signifikan. Akan tetapi bagi perusahaan yang menggunakan bahan baku impor, maka tak pelak imbasnya pasti akan terasa.

Karena itu, dalam menyikapi kemungkinan, pihaknya meminta agar para pengusaha dan pekerja mengedepankan dan menjaga kondisi hubungan industrial di wilayah masing-masing. Perusahaan-perusahaan juga diminta untuk melakukan efisiensi biaya produksi, termasuk overhead perusahaan yang bisa dihemat.

Kalaupun sampai PHK harus dilakukan, maka perusahaan diwarning untuk tidak melakukan secara sepihak dan semena-mena. Akan tetapi harus seizin dari pemerintah.

“Kita berharap kondisi rupiah cepat pulih. Melemahnya rupiah ini kan hanya bersifat sementara. Kita berharap dengan efisiensi biaya opersional maka cost perusahaan dapat ditekan,”jelasnya.

Dia menambahkan, khusus di kota Makassar, terdapat 6.000 perusahaan. Terdiri atas perusahaan kecil, menengah, dan besar. Sedangkan secara keseluruhan di Sulsel terdapat lebih dari 11.000 perusahaan.

“Yang jelas apapun kondisinya jangan sampai merugikan pekerja. Kami terus berkoordinasi dengan perusahaan dan jika terjadi masalah tetap berkoordinasi dengan Disnaker,”tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
3.188 Buruh di Purwakarta...
3.188 Buruh di Purwakarta Terkena PHK Massal
46.000 Pekerja Diterjang...
46.000 Pekerja Diterjang Badai PHK, Korban Terbanyak Jateng dan Jakarta
Badai PHK Massal Hantam...
Badai PHK Massal Hantam Otomotif Eropa: Renault Siap Pangkas 3.000 Karyawan, Total Korban Tembus 34.000 Jiwa di 2025!
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
2 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
2 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
3 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
4 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
5 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
5 jam yang lalu
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved