Bukan teroris, Andri Wahono asal Trenggalek dibebaskan

Kamis, 22 Agustus 2013 - 19:54 WIB
Bukan teroris, Andri...
Bukan teroris, Andri Wahono asal Trenggalek dibebaskan
A A A
Sindonews.com - Andri Wahono (21) yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror akhirnya dilepaskan. Seperti dugaan keluarga sebelumnya, pemuda asal Dusun Gandu, Desa Gamping, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek bukanlah terduga teroris.

Bersama dua orang terduga lain (teroris) asal Tegal dan Madiun, Andri tidak terbukti terlibat jaringan terorisme yang berencana meledakkan kantor kedutaan Myanmar di Indonesia.

Sehari setelah penangkapan Selasa petang 20 Agustus 2013 Andri diperbolehkan pulang ke rumah kosanya di Bekasi.

"Adik saya telah dibebaskan. Katanya dilepas bersama dua orang lain asal Tegal dan Madiun. Karena memang tidak terbukti terlibat. Dan sejak awal keluarga juga tidak percaya," ujar Prawito (32) kakak kandung Andri, Kamis (22/8/2013).

Prawito mendapat kabar itu dari Andri sendiri sesaat setelah dibebaskan Rabu 21 Agustus malam.

Diceritakan Andri bahwa keadaanya sehat dan baik-baik. Dalam pembicaraan via ponsel sekitar setengah jam itu, ia juga mengaku tidak mengalami pemeriksaan yang tidak mengenakkan.

"Namun kendati demikian, dia (Andri) mengaku merasa malu dengan orang yang dikenalnya, karena terlanjur dicap sebagai teroris," terang Prawito.

Meski pihak kepolisian menyebut masih terduga, keluarga menyimpulkan Andri sebagai korban salah tangkap. Sebab proses penangkapan oleh Densus 88, seolah-olah Andri sudah seorang teroris.

Andri ditangkap saat menunggu hasil foto copy tugas kerjaanya di show room mobil di Bekasi. Informasi itu disampaikan Andik, teman satu kampung yang juga rekan satu kerjaan dan kosan yang sempat diajak (foto copy), namun menolak karena kecapekan.

"Singkatnya, adik saya ini korban salah tangkap. Meski tidak terbukti, namanya tetap akan diingat sebagai orang yang pernah ditangkap dalam kasus terorisme, "keluhnya.

Mewakili keluarga, Prawito menuntut Densus 88, khususnya institusi kepolisian untuk membersihkan nama Andri Wahono.

Sebab, pemuda lulusan Diploma satu Desain Grafis El Rahma Kota Kediri itu tidak ingin masa depan hidupnya terkoyak karena cap sebagai teroris.

"Kami ingin namanya dibersihkan. Tapi karena kami orang desa, tidak tahu bagaimana caranya. Rencananya, kami berharap bisa ke Jakarta secepatnya," papar Prawito.

Sementara, meski sudah dibebaskan, Mabes Polri meminta Andri untuk tidak keluar dulu dari Bekasi. Sebab pihak kepolisian sewaktu-waktu masih memerlukan keteranganya.

"Kalau Andri sendiri pinginya bisa pulang dulu ke Trenggalek," pungkas Prawito.

Sekedar mengingatkan, belum lama ini densus 88 juga pernah mengalami salah tangkap saat penggerebekan teroris di Kabupaten Tulungagung.

Selain menembak mati dua orang teroris jaringan Poso, dua orang pengurus Muhammadiyah asal Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung juga ikut ditangkap. Bahkan keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah menjalani pemeriksaan panjang, keduanya akhirnya dilepaskan karena memang tidak terbukti terlibat.
(lns)
Berita Terkait
Mabes Polri Diserang...
Mabes Polri Diserang Teroris, Densus 88 Anti Teror Ringkus Habib Warga Kabupaten Bandung
Densus 88 Tangkap 59...
Densus 88 Tangkap 59 Tersangka Teroris
16 Tersangka Teroris...
16 Tersangka Teroris Ditangkap di Sumbar, BNPT: NII Harus Diwaspadai
Penangkapan Terduga...
Penangkapan Terduga Teroris di Medan
Pasca Penangkapan Terduga...
Pasca Penangkapan Terduga Teroris, Kapolda Pastikan Situasi Babel Kondusif
Penangkapan Munarman...
Penangkapan Munarman Juga Terkait Kasus 13 Teroris di Jakarta
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
3 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
4 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
4 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
5 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
6 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
8 jam yang lalu
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved