Dialihkan ke KAI, DKI batal garap underpass & flyover
Selasa, 20 Agustus 2013 - 13:22 WIB
Dialihkan ke KAI, DKI batal garap underpass & flyover
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membeberkan proyek pembangunan tujuh underpass dan empat flyover yang awalnya akan dibangun Pemprov DKI, batal dikerjakan seluruhnya.
Pasalnya, ada beberapa titik dalam proyek tersebut yang tidak jadi dibangun, karena diambil alih PT Kereta Api Indonesia (KAI),
"Ada beberapa titik yang tidak jadi kita bangun," kata pria yang biasa dipanggil Jokowi di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2013).
Jokowi menjelaskan, pembatalan beberapa titik proyek jalan bawah tanah yang semula dijadwalkan akan dikerjakan Pemprov DKI itu telah diputuskan Wakil Presiden RI, Boediono kemarin.
"Kemarin sudah diputuskan Wapres, kereta api akan naik ke atas menjadi kereta api layang," terangnya.
Saat ditanya berapa titik yang batal dikerjakan Pemprov DKI, Jokowi mengaku tidak mengetahui jumlah dan lokasinya. Proyek tersebut semula akan dibangun menggunakan dana APBN.
Sedangkan anggaran yang pernah dianggarkan dalam APBD DKI bakal dikembalikan ke kas negara.
"Berapa jumlah dan titiknya saya lupa. Coba tanya Dinas PU saja. Proyek itu di Timur-Barat dikerjain pusat. Jadi ngapain kita masuk di bawah lagi." Jelasnya.
Pasalnya, ada beberapa titik dalam proyek tersebut yang tidak jadi dibangun, karena diambil alih PT Kereta Api Indonesia (KAI),
"Ada beberapa titik yang tidak jadi kita bangun," kata pria yang biasa dipanggil Jokowi di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2013).
Jokowi menjelaskan, pembatalan beberapa titik proyek jalan bawah tanah yang semula dijadwalkan akan dikerjakan Pemprov DKI itu telah diputuskan Wakil Presiden RI, Boediono kemarin.
"Kemarin sudah diputuskan Wapres, kereta api akan naik ke atas menjadi kereta api layang," terangnya.
Saat ditanya berapa titik yang batal dikerjakan Pemprov DKI, Jokowi mengaku tidak mengetahui jumlah dan lokasinya. Proyek tersebut semula akan dibangun menggunakan dana APBN.
Sedangkan anggaran yang pernah dianggarkan dalam APBD DKI bakal dikembalikan ke kas negara.
"Berapa jumlah dan titiknya saya lupa. Coba tanya Dinas PU saja. Proyek itu di Timur-Barat dikerjain pusat. Jadi ngapain kita masuk di bawah lagi." Jelasnya.
(mhd)