Polda gelar Police Goes to School

Senin, 19 Agustus 2013 - 17:31 WIB
Polda gelar Police Goes...
Polda gelar Police Goes to School
A A A
Sindonews.com - Untuk meminimalisir aksi anarkis dan rusuh yang kerap terjadi saat aksi demontrasi digelar oleh mahasiswa beberapa perguruan tinggi di Makassar, jajaran Polda Sulselbar menggiatkan program Police Goes To School.

Kegiatan ini dilakukan dengan mendatangi langsung kampus-kampus dan sekolah-sekolah, menyosialisaikan wawasan kebangsaan berbasis karakter dan integritas.

Sehingga diharapkan generasi muda dalam menyalurkan aspirasinya tidak mengganggu kepentingan masyarakat.

“Kami menyayangkan adanya mahasiswa yang justru terlibat tindak anarkis dalam memperjuangkan aspirasi masyaakat. Justru aksi seperti ini sudah tidak sejalan dengan visi kaum intelektual dan merugikan masyarakat,” ungkap Direktur Intelkam Polda Sulselbar Kombes Drs Burhanuddin Jafar Msi seusai memberikan materi dalam penerimaan mahasiswa baru (PMB) UMI, Senin (19/8/20130.

Meski tak menyebut angka pasti, akan tetapi Burhanuddin tidak menampik jika pihaknya sudah melakukan proses hukum terhadap mahasiswa-mahasiwa yang diduga melakukan tindak pidana dalam aksi demonstrasi seperti melakukan perusakan kendaraan atau fasilitas umum.

Karena itu, dia berharap mahasiswa baru nantinya ketika sudah memasuki dunia kampus bisa menyuarakan aspirasi tanpa melanggar hak orang lain.

Sementara itu, UMI menyambut baik kegiatan Polda yang ingin langsung merangkum mahasiswa. Rektor UMI Masrurah Mokhtar mengatakan, setiap mahasiswa yang melakukan pelanggaran pasti akan disanksi mulai dari skorsing sampai dengan drop out.

Akan tetapi untuk menghindari ini, UMI sudah memiliki strategi dengan menanamkan pendidikan karakter pada mahasiswanya sejak tahun 2000 silam. Sehingga diharapkan mampu menjadi agen perubahan dan pembaharuan.

“UMI setiap tahun menerima maba 4.500. Setelah kami evaluasi, mahasiswa UMI yang sering demo tutup jalan itu adalah oknum mahasiswa yang tidak lulus pendidikan karakter melalui pencerahan qalbu,” ungkapnya

Di kesempatan sama, Masrurah mengaku, sistem pendidikan karakter berbasis pesantren yang dikembangkan UMI sudah dilirik oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen DIKTI).

DIKTI menilai sistem tersebut mampu membentuk karakter mahasiswa yang sosial religius.

Adapun metode yang dilakukan dengan pesantren kilat dan pencerahan qalbu selama satu bulan penuh. Untuk itu, pihak UMI atas permintaan DIKTI sudah melakukan penyusunan buku mengenai kurikulum pendidikan karakter yang dimaksud, dengan melibatkan Wakil rector V Arfah Sidiq dan Pimpinan Pesantren Padang lampe UMI KH Zein.
(lns)
Berita Terkait
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa IAIN Kota Palopo Bentrok Terkait Pemilihan Presiden BEM
Bentrokan Mahasiswa...
Bentrokan Mahasiswa Dengan Polisi Warnai Demo Save KPK di Banjarmasin
Unhas Mencekam! 2 Kubu...
Unhas Mencekam! 2 Kubu Mahasiswa Bentrok Saling Serang dengan Batu dan Sajam
Dua Fakultas Universitas...
Dua Fakultas Universitas Haluoleo Bentrok, Ini Penyebabnya
Mahasiswa UIN Alauddin...
Mahasiswa UIN Alauddin Bentrok, Rektor Setop Perkuliahan Tatap Muka
Aparat Bentrok dengan...
Aparat Bentrok dengan Mahasiswa di Kendari
Berita Terkini
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, Asosiasi Minta Vape Legal Dibedakan dengan Penyalahgunaan Narkoba
43 menit yang lalu
Transformasi KAI Hadirkan...
Transformasi KAI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Setara bagi Perempuan, Lansia, dan Disabilitas
1 jam yang lalu
Pramono Bakal Nobar...
Pramono Bakal Nobar Final Piala Dunia di JIS, Jagokan Messi Angkat Trofi
2 jam yang lalu
Ada Demo Mahasiswa di...
Ada Demo Mahasiswa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Arus Lalin Dialihkan
2 jam yang lalu
Sahroni Minta Polisi...
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Karhutla Kalimantan
2 jam yang lalu
Mahasiswa Kembali Turun...
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Bawa 3 Tuntutan
2 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved