Jokowi akui gagal datangkan 1.000 bus
Kamis, 15 Agustus 2013 - 19:48 WIB
Jokowi akui gagal datangkan 1.000 bus
A
A
A
Sindonews.com - Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendatangkan 1.000 unit bus pada tahun ini nampaknya tidak berjalan sesuai rencananya.
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, proses tender pengadaan 1.000 bus itu sedikit mengalami kegagalan. Sehingga jumlah armada yang akan didatangkan kemungkinan akan berkurang.
"Tidak semuanya gagal tender. Mungkin jumlahnya jadi berkurang," kata Jokowi saat ditemui di Balai Kota, Kamis (15/8/2013).
Mantan Wali Kota Solo ini mengaku belum mendapatkan laporan mengenai perkembangan proses tender pengadaan 1.000 unit bus yang rencananya akan didatangkan pada November 2013.
"Mungkin jumlahnya tidak seribu. Saya belum dapat laporan," ucapnya.
Menurut Jokowi, pengadaaan 1.000 unit bus sebagai alternatif pengganti bus-bus tidak layak beroperasi di Jakarta itu terkendala proses produksi yang belum rampung seluruhnya.
"Ya gimana, waktunya mepet seperti ini. Pembuatan body dan mesinnya kan juga perlu waktu," terangnya.
Ia menyatakan, apabila pengadaan 1.000 unit bus ini tidak bisa direalisasikan pada tahun ini, jajarannya akan menambah jumlah armada menjadi 3.000 pada tahun depan.
"Kalau enggak sesuai target, tahun depan kita tambah lagi lah, langsung 3.000 juga enggak apa-apa," tukasnya.
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, proses tender pengadaan 1.000 bus itu sedikit mengalami kegagalan. Sehingga jumlah armada yang akan didatangkan kemungkinan akan berkurang.
"Tidak semuanya gagal tender. Mungkin jumlahnya jadi berkurang," kata Jokowi saat ditemui di Balai Kota, Kamis (15/8/2013).
Mantan Wali Kota Solo ini mengaku belum mendapatkan laporan mengenai perkembangan proses tender pengadaan 1.000 unit bus yang rencananya akan didatangkan pada November 2013.
"Mungkin jumlahnya tidak seribu. Saya belum dapat laporan," ucapnya.
Menurut Jokowi, pengadaaan 1.000 unit bus sebagai alternatif pengganti bus-bus tidak layak beroperasi di Jakarta itu terkendala proses produksi yang belum rampung seluruhnya.
"Ya gimana, waktunya mepet seperti ini. Pembuatan body dan mesinnya kan juga perlu waktu," terangnya.
Ia menyatakan, apabila pengadaan 1.000 unit bus ini tidak bisa direalisasikan pada tahun ini, jajarannya akan menambah jumlah armada menjadi 3.000 pada tahun depan.
"Kalau enggak sesuai target, tahun depan kita tambah lagi lah, langsung 3.000 juga enggak apa-apa," tukasnya.
(ysw)