Awalnya menolak, warga 8 desa akhirnya ambil BLSM

Kamis, 01 Agustus 2013 - 14:33 WIB
Awalnya menolak, warga...
Awalnya menolak, warga 8 desa akhirnya ambil BLSM
A A A
Sindonews.com - Warga delapan desa di Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK), Kabupaten Musi Rawas (Mura) yang sebelumnya menolak menerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) berangsur melunak. Setelah melakukan rapat desa, warga akhirnya mau mengambil dana BLSM tersebut.

"Separuh warga penerima BLSM di Desa Rantau Serik sudah mengambil. Kami sudah melakukan sosialisasi setelah ada penolakan dari delapan Kepala Desa (Kades). Data yang salah akan segera dilakukan perbaikan," kata Camat Tiang Pumpung Kepungut (TPK), Sarjani, Kamis (1/8/2013).

Menurutnya, surat penolakan sudah dilayangkan delapan kades untuk mencegah konflik di tengah masyarakat. Sebab banyak data penerima BLSM mayoritas tergolong warga yang mampu. Sedangkan yang tidak menerima memang orang-orang seharusnya menerima BLSM.

"Kita sudah jelaskan dan beri pemahaman mengenai BLSM. Jangankan camat, instansi terkait saja tidak terlibat dalam penentuannya. Sehingga, bukan keinginan camat menyalurkan BLSM itu," jelas dia.

Selain itu, pihak kecamatan segera melakukan perbaikan data penerima BLSM sehingga penerima BLSM itu tepat sasaran. Jangan sampai ada permasalahan lagi.

Saat pertemuan juga delapan Kades yang menolak yakni Rantau Serik, Kebur, Kebur Jaya, Batu Bandung, Muara Kati Baru I, Muara Kati Lama, Muara Kati Baru dan Rantau Bingin diberikan pengertian dan sosialisasi mengenai BLSM tersebut.

Mereka sebelumnya sempat melakukan penolakan dengan melayangkan surat penolakan disertai tanda tangan dan stempel desanya masing-masing.

"Kami harapkan warga yang mengambil BLSM tertib ditempatnya," jelas Sarajani.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mura, Al Imron mengatakan, dirinya meminta warga untuk tertib dan jangan sampai ada gejolak. Sebab pemerintah mengucurkan BLSM untuk membantu masyarakat.

"Diharapkan pembagian BLSM melibatkan instansi terkait di Desa dan Kecamatan sehingga tepat sasaran," pungkasnya.
(rsa)
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
5 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
7 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
7 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
7 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
7 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
7 jam yang lalu
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved