Tolak berpuasa, bocah 5 tahun dicambuki ayah kandung

Rabu, 31 Juli 2013 - 00:15 WIB
Tolak berpuasa, bocah...
Tolak berpuasa, bocah 5 tahun dicambuki ayah kandung
A A A
Sindonews.com - Entah setan apa yang merasuki pikiran Sugi Setioso (29). Hanya karena perintahnya berpuasa tidak dipatuhi, warga Surabaya yang beberapa bulan menetap di Desa Darungan, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung itu marah bukan kepalang.

Dilecutkannya kabel listrik ke sekujur tubuh Melati, bocah kecil yang juga putri semata wayang yang masih berusia 5 tahun. Ledak tangis bercampur jerit kesakitan Melati tak membuatnya jatuh iba. Bahkan dengan gantungan pakaian dan kayu seadaanya, Sugi melipatgandakan serangan.

Tidak tahan melihat adegan penyiksaan itu, Suhartini, kakak kandung Sugi melaporkan perbuatan kasar adiknya ke Mapolres Tulungagung.

"Saya tidak tega melihat anak kecil disiksa seperti itu. Lagi pula yang menjadi korban keponakan saya dan yang menjadi pelaku orang tua kandungnya sendiri. Penyebabnya hanya karena si bocah enggak mau puasa," tutur Suhartini kepada petugas penyidik kepolisian, Selasa (30/7/2013).

Sejak tiga bulan datang di rumah Suhartini, kondisi kejiwaan Sugi memang terlihat kurang sehat. Temperamental dan mudah meradang. Menurut Suhartini, adiknya Sugi datang ke rumahnya hanya bersama Melati. Sementara Yanti (28) istrinya, berada di Surabaya.

Informasi yang diketahui Suhartini, Sugi tengah mengalami badai rumah tangga. Kehidupannya sebagai pasangan suami istri bersama Yanti tidak harmonis.

"Kemarahannya itu yang kemudian dilampiaskan kepada anaknya yang tidak tahu apa-apa," terangnya.

Setiap keinginannya yang tak segera diikuti, Melati, Sugi langsung murka. Puncaknya ketika Melati dipaksa berpuasa sehari penuh. Selain menolak, dengan merajuk umumnya sifat anak-anak, Melati membuang makanan yang diberikan Sugi. Penganiayaan tersebut mengakibatkan sekujur tubuh bocah di bawah umur itu memar memar.

Menurut Kepala Unit UPPA Polres Tulungagung Aiptu Daroji selaku penyidik, pihaknya telah membawa korban ke RSU Bhayangkara Tulungagung untuk keperluan visum.

"Selain keterangan sejumlah saksi, hasil visum akan dijadikan dasar menjerat terlapor," ujarnya.

Saat ini polisi sudah memanggil Sugi untuk keperluan pemeriksaan. "Jika nanti terbukti, yang bersangkutan akan dijerat sesuai UU Perlindungan Anak," pungkasnya
(rsa)
Berita Terkait
KPPB Ajak Masyarakat...
KPPB Ajak Masyarakat Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan
Survei Kemen PPPA: Jumlah...
Survei Kemen PPPA: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun
Ketua RPA Perindo: Jangan...
Ketua RPA Perindo: Jangan Sungkan Lapor, Pendampingan Kami Gratis!
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Serius Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Kampanye 16 Hari Anti...
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Pemkot Depok Minta Warga...
Pemkot Depok Minta Warga Tak Takut Laporkan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak via Hotline
Berita Terkini
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
44 menit yang lalu
PM Singapura Kunjungi...
PM Singapura Kunjungi Indonesia, 8 Ruas Jalan Ini Ditutup Sementara
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu 1.400 Meter
3 jam yang lalu
Profil Irjen Pol Ruddi...
Profil Irjen Pol Ruddi Setiawan, Lulusan Akpol 1996 yang Kini Menjadi Kapolda Aceh
4 jam yang lalu
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
11 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
12 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved