Waspadai barang kadaluara berkedok promo di pasar modern

Selasa, 30 Juli 2013 - 02:19 WIB
Waspadai barang kadaluara...
Waspadai barang kadaluara berkedok promo di pasar modern
A A A
Sindonews.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai produk kadaluarsa atau tidak layak konsumsi yang dijual di pasar modern yang memberikan diskon besar-besaran.

Kepala Disperindag Polman Syarifuddin menuturkan, momentum Ramadan dan Idul Fitri suka dimanfaatkan para pengusaha untuk menggelar diskon besar-besaran pada produk yang dijual. Namun, di dalamnya disisipi barang yang kadaluarsa. Karena itu, jangan mudah tergiur pasar modern.

“Biasanya pembeli tidak memperhatikan tanggal kedaluarsa produk kemasan yang dibelinya. Apalagi jika ada diskon besar-besaran. Kelemahan itu lah yang terkadang dimanfaatkan oknum pedagang nakal untuk menjual produk yang sudah melewati masa kadaluarsa,” ujar Syarifuddin, Senin (29/7/2013).

Menurut Syarifuddin, tidak ada persoalan jika pengusaha-pengusaha menggelar diskon besar-besaran atau promo penjualan asalkan semuanya layak konsumsi. Justru, itu sangat bagus dan membantu warga. Tapi, kalau itu dijadikan kedok menjual barang kadaluarsa, maka akan bermasalah.

Karena itu, dalam memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran, setiap konsumen harus meneliti dan memperhatikan secara teliti kemasan setiap produk sebelum membeli, terutama tanggal kadaluarsa.

"Peranan konsumen dalam meneliti barang-barang sangat membantu, disamping pengawasan dari Disperindag terhadap peredaran barang-barang kadaluarsa," tambahnya.

Selain itu, beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam membeli adalah, barang kadaluarsa tidak dibeli, teliti mutu produk, dan kemasan dan takaran alat yang yang dijual.

"Konsumen juga hendaknya memastikan bahwa setiap produk yang dibeli mencantumkan kode Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai salah satu indikator bahwa produk tersebut layak untuk dibeli," terangnya.

Di Kabupaten Polman, saat ini terdapat tiga swalayan Alfamidi yang telah beroperasi, diantaranya dua di Kecamatan Polewlai sebagai ibu kota kabupaten, dan satu lagi di Kecamatan Wonomulyo.
(san)
Berita Terkait
Razia Produk Makanan...
Razia Produk Makanan Berbahaya
5 Makanan Paling Berbahaya...
5 Makanan Paling Berbahaya di Dunia, Nomor 4 Lebih Beracun dari Sianida
Ini Bagian Tubuh Ular...
Ini Bagian Tubuh Ular yang Bisa Dikonsumsi Manusia
Ratusan Kilogram Makanan...
Ratusan Kilogram Makanan Berpengawet Mayat Dimusnahkan
Cegah Peredaran Makanan...
Cegah Peredaran Makanan Berbahaya, BPOM Sulbar Periksa Sampel Takjil
BPOM Tarik Peredaran...
BPOM Tarik Peredaran Es Krim Haagen-Dazs dari Pasaran
Berita Terkini
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
2 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
2 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
3 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
4 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
4 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved