Tangani sampah, Pemprov DKI mulai angkat tangan
Senin, 29 Juli 2013 - 13:36 WIB
Tangani sampah, Pemprov DKI mulai angkat tangan
A
A
A
Sindonews.com - Tampaknya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mulai kewalahan menangani sampah warga Jakarta. Buktinya, mulai tahun depan pemrpov akan melibatkan swasta untuk penanganan sampah di Jakarta.
Kepala Dinas Kebersihan Unu Nurdin mengatakan mulai tahun depan pihak Pemprov DKI Jakarta akan melibatkan swasta.
"Kedepan kita enggak akan sanggup tangani sampah sendiri. Kita harus melibatkan swasta. Kita sedang siapkan konsepnya. Sudah ada swasta yang mau," kata Unu Nurdin, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/7/2013).
Menurutnya, jumlah sampah Jakarta bertambah setiap harinya membuat sebagian besar wilayah Jakarta selalu dipenuhi sampah, karena itu penanganannya harus bersama-sama.
"Sampah itu enggak kenal libur ada terus. Bertambah sesuai jumlah penduduk. Kedepan ini tidak efisien bila dikelola sendiri," katanya.
Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan riset titik lokasi pengeloaan sampah baru yang akan menjadi fokus pengelolaan sampah di Jakarta.
"Dari 100 titik lebih. Kita lihat ada 57 titik yang bisa dikerjasamakan. Ini untuk tahap pertama," tuturnya.
Kepala Dinas Kebersihan Unu Nurdin mengatakan mulai tahun depan pihak Pemprov DKI Jakarta akan melibatkan swasta.
"Kedepan kita enggak akan sanggup tangani sampah sendiri. Kita harus melibatkan swasta. Kita sedang siapkan konsepnya. Sudah ada swasta yang mau," kata Unu Nurdin, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/7/2013).
Menurutnya, jumlah sampah Jakarta bertambah setiap harinya membuat sebagian besar wilayah Jakarta selalu dipenuhi sampah, karena itu penanganannya harus bersama-sama.
"Sampah itu enggak kenal libur ada terus. Bertambah sesuai jumlah penduduk. Kedepan ini tidak efisien bila dikelola sendiri," katanya.
Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan riset titik lokasi pengeloaan sampah baru yang akan menjadi fokus pengelolaan sampah di Jakarta.
"Dari 100 titik lebih. Kita lihat ada 57 titik yang bisa dikerjasamakan. Ini untuk tahap pertama," tuturnya.
(ysw)