Pelaksanaan MOS hanya boleh 3 hari

Rabu, 24 Juli 2013 - 19:20 WIB
Pelaksanaan MOS hanya...
Pelaksanaan MOS hanya boleh 3 hari
A A A
Sindonews.com - Masa Orientasi Siswa (MOS) yang menjadi kegiatan di awal tahun ajaran hanya boleh dilaksanakan selama tiga hari.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menegaskan sekolah yang melakukan pelanggaran aturan Masa Orientasi Siswa (MOS) harus ditindak.

"Berdasarkan Peraturan Gubernur DIY tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), kegiatan MOS di DIY hanya boleh dilaksanakan selama tiga hari di awal tahun ajaran baru. Jika ada sekolah yang melaksanakan MOS lebih dari tiga hari jelas salah," ujar Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji Rabu (24/7).

Aji menuturkan, pihak sekolah harus menyadari dan mampu mendidik para siswa senior agar menaati peraturan MOS tersebut.
Selain itu, materi yang disampaikan pun harus yang masih ada hubungannya dengan akademik dan pengenalan terhadap lingkungan sekolah. Untuk kegiatan yang mengarah pada perploncoan jelas dilarang untuk dilakukan.

"MOS itu menjadi waktu yang tepat bagi sekolah mengenalkan visi dan misinya, bukan dengan kegiatan fisik apalagi saat ini adalah bulan puasa. MOS sebagai ajang mengakrabkan antar siswa, bukan mengisinya dengan kegiatan yang merugikan," tegasnya.

Komentar Aji tersebut berkaitan dengan kasus kasus meninggalnya satu siswa di SMA Negeri 1 Pandak, Bantul saat mengikuti MOS yang telah melebihi waktu yang ditetapkan dalam Pergub.

Kasus tersebut menurutnya harus diusut tuntas dan bisa menjadi pelajaran bagi sekolah lain agar peristiwa hilangnya nyawa siswa tidak akan terulang kembali.

"Kami sudah meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul untuk menegur sekolah yang bersangkutan serta melakukan investigasi lebih lanjut. Sebab mereka jelas-jelas melanggar prosedur pelaksanaan PPDB. Apalagi kami sudah mengimbau sekolah mengurangi kegiatan fisik selama MOS karena bulan puasa agar siswa tidak terlalu capek karena mengikuti MOS," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Yogyakarta Suharno menuturkan, sekolahnya memang hanya mengizinkan pelaksanaan MOS selama tiga hari pertama.

Kegiatan selama MOS pun lebih banyak diisi dengan kegiatan sosialisasi kurikulum 2013 yang mulai tahun ajaran ini diterapkan sekolahnya untuk kelas 7.

"Tiga hari MOS justru menjadi kesempatan kami melakukan pengenalan mata pelajaran berdasarkan kurikulum 2013 pada sekitar 302 siswa baru. Sosialisasi juga dilakukan pada guru-guru lain karena hanya 12 guru yang mengikuti saat pelatihan guru inti," imbuhnya.
(lns)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter
2 jam yang lalu
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
3 jam yang lalu
JPO Tendean Bakal Dibangun...
JPO Tendean Bakal Dibangun Lagi, Jangka Pendek Bikin Zebra Cross
4 jam yang lalu
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
12 jam yang lalu
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
14 jam yang lalu
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
14 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved