Bentuk tim pengawas buah & sayur berformalin

Rabu, 24 Juli 2013 - 14:55 WIB
Bentuk tim pengawas...
Bentuk tim pengawas buah & sayur berformalin
A A A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel) meminta Badan Ketahanan Pangan membentuk tim pengawas pasca penemuan buah dan sayur mengandung formalin, di sejumlah supermarket di Kota Makassar.

Ketua Komisi B DPRD Sulsel Aerin Nizar mengatakan, tim ini diharapkan tidak hanya menyasar pasar modern saja. Tetapi juga menyasar pasar-pasar tradisonal yang ada di Makassar guna mencegah beredar luasnya buah dan sayuran menggunakan bahan pengawet berbahaya tersebut.

Pasar tradisional, kata dia, tidak kalah rawannya dengan supermarket. Sebab di pasar seperti ini, tidak menggunakan lemari pendingin yang mampu membantu pedagang menjaga kesegaran buah dan sayur yang dipasarkan.

“Dari hasil pemarapan Kepala Badan Ketahanan Pangan, kembali ditemukan buah dan sayuran berformalin selama Ramadan ini. Jadi bukan hanya diakhir tahun 2012 lalu seperti pemberitaan media. Dan ini harus mendapat perhatian," ungkap Aerin seudai rapat kerja Komisi D, Rabu (24/7/2013).

Dia menyatakan, tim ini dibentuk untuk melakukan pengawasan dan penindakan atas dugaan sejumlah pasar tradisional dan supermarket menjual buah dan sayur yang telah diberi bahan pengawet berbahaya.

"Harus diputuskan mata rantainya dengan dilakukan peninjauan di lapangan. Semua stakeholder terkait akan dilibatkan dalam memerangi masalah yang membahayakan masyarakat ini," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan (BKP Sulsel) Asri Pananrang mengakui jika dari hasil uji sampel pertama memang ditemukan formalin pada buah dan sayur yang beredar disejumlah supermarket di Makassar.

Saat ini pihaknya tengah melakukan uji sampel lanjutan untuk menentukan validitas pengujian. “Kalau hasil uji kedua telah dilakukan, kami berjanji untuk melakukan rilis ke publik,” katanya.
(san)
Berita Terkait
Razia Produk Makanan...
Razia Produk Makanan Berbahaya
5 Makanan Paling Berbahaya...
5 Makanan Paling Berbahaya di Dunia, Nomor 4 Lebih Beracun dari Sianida
Ini Bagian Tubuh Ular...
Ini Bagian Tubuh Ular yang Bisa Dikonsumsi Manusia
Ratusan Kilogram Makanan...
Ratusan Kilogram Makanan Berpengawet Mayat Dimusnahkan
Cegah Peredaran Makanan...
Cegah Peredaran Makanan Berbahaya, BPOM Sulbar Periksa Sampel Takjil
BPOM Tarik Peredaran...
BPOM Tarik Peredaran Es Krim Haagen-Dazs dari Pasaran
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
4 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
5 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
5 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
5 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
5 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
6 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved