Tak bermanfaat, Elizabeth ogah beri keterangan ke polisi
Rabu, 24 Juli 2013 - 12:57 WIB
Tak bermanfaat, Elizabeth ogah beri keterangan ke polisi
A
A
A
Sindonews.com - Istri Almarhum Tito Kei, Elizabeth Marline Sitaneley akui, hingga kini dirinya belum memberikan keterangan terkait penembakan terhadap suaminya oleh orang tak dikenal.
"Belum ada kontak dari penyidik. Yang langsung ke kami belum ada," kata Elizabeth saat mendatangi Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/7/2013).
Menurut dia, memberikan keterangan atau tidak soal insiden tersebut, tidak akan berpengaruh besar terhadap perkembangan penyidikan.
Elizabeth niatnya akan bertemu Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayuseno, yang juga didampingi oleh kuasa hukumnya. "Saya pikir keterangan saya juga belum tentu bermanfaat untuk masalah ini," kilahnya.
Padahal, pihak Polda Metro Jaya sebelumnya beralasan bahwa kasus penembakan Fransiscus Refra atau Tito Refra Kei (42) dan Ratim (70) masih belum ada perkembangan.
Mereka beralasan, mandeknya kasus ini dikarenakan pihak keluarga yang belum mau menjalani pemeriksaan penyidik kepolisian.
"Keluarganya belum bersedia dimintai keterangan. Alasannya, masih menunggu keluarga lainnya yang belum datang dari Ambon (Tual, Maluku Tenggara)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, saat dihubungi wartawan, Rabu 26 Juni 2013 lalu.
Rikwanto mengatakan, pihaknya sudah berusaha untuk menuntaskan kasus ini. Sayangnya pihak keluarga tidak mau kooperatif sehingga kasus ini tidak mengalami perkembangan.
"Proses penyelidikan dan penyidikan masih terus berjalan. Petugas sudah mendatangi kediaman pihak keluarga, namun mereka belum mau diperiksa," bebernya.
Seperti diketahui, Tito Kei ditembak orang tak dikenal ketika sedang bermain kartu di warung kelontong, di Perumahan Titian Indah, Jalan Titian RT 04 RW 10, Kelurahan Kali Baru, Medansatria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat 31 Mei 2013 lalu sekira pukul 20.00 WIB.
Tito tewas dengan luka tembak di mata bagian kanan bawah. Selain Tito, pemilik warung Ratim juga menjadi korbannya. Ratim menderita luka tembak di bagian dada kiri.
Jenazah Tito sudah diberangkatkan ke kampung halaman di Tual, Maluku Tenggara pada Senin dini hari. Sementara itu, John Kei tidak mendapatkan izin untuk melayat adik kandungnya.
"Belum ada kontak dari penyidik. Yang langsung ke kami belum ada," kata Elizabeth saat mendatangi Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/7/2013).
Menurut dia, memberikan keterangan atau tidak soal insiden tersebut, tidak akan berpengaruh besar terhadap perkembangan penyidikan.
Elizabeth niatnya akan bertemu Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayuseno, yang juga didampingi oleh kuasa hukumnya. "Saya pikir keterangan saya juga belum tentu bermanfaat untuk masalah ini," kilahnya.
Padahal, pihak Polda Metro Jaya sebelumnya beralasan bahwa kasus penembakan Fransiscus Refra atau Tito Refra Kei (42) dan Ratim (70) masih belum ada perkembangan.
Mereka beralasan, mandeknya kasus ini dikarenakan pihak keluarga yang belum mau menjalani pemeriksaan penyidik kepolisian.
"Keluarganya belum bersedia dimintai keterangan. Alasannya, masih menunggu keluarga lainnya yang belum datang dari Ambon (Tual, Maluku Tenggara)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, saat dihubungi wartawan, Rabu 26 Juni 2013 lalu.
Rikwanto mengatakan, pihaknya sudah berusaha untuk menuntaskan kasus ini. Sayangnya pihak keluarga tidak mau kooperatif sehingga kasus ini tidak mengalami perkembangan.
"Proses penyelidikan dan penyidikan masih terus berjalan. Petugas sudah mendatangi kediaman pihak keluarga, namun mereka belum mau diperiksa," bebernya.
Seperti diketahui, Tito Kei ditembak orang tak dikenal ketika sedang bermain kartu di warung kelontong, di Perumahan Titian Indah, Jalan Titian RT 04 RW 10, Kelurahan Kali Baru, Medansatria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat 31 Mei 2013 lalu sekira pukul 20.00 WIB.
Tito tewas dengan luka tembak di mata bagian kanan bawah. Selain Tito, pemilik warung Ratim juga menjadi korbannya. Ratim menderita luka tembak di bagian dada kiri.
Jenazah Tito sudah diberangkatkan ke kampung halaman di Tual, Maluku Tenggara pada Senin dini hari. Sementara itu, John Kei tidak mendapatkan izin untuk melayat adik kandungnya.
(mhd)