Makanan kadaluarsa dijual di toko oleh-oleh

Selasa, 23 Juli 2013 - 15:57 WIB
Makanan kadaluarsa dijual...
Makanan kadaluarsa dijual di toko oleh-oleh
A A A
Sindonews.com - Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar) Kabupaten Magelang, menemukan puluhan makanan ringan kadaluarsa dan mengalami kerusakan, pada kemasan disejumlah toko oleh-oleh.

Temuan itu didapati setelah Disdagsar Kabupaten Magelang melakukan razia menjelang Lebaran, disejumlah toko oleh-oleh sepanjang Secang hingga Muntilan. Makanan ringan yang dinyatakan kadaluarsa dan kemasannya rusak, diambil petugas sebagai contoh.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Distribusi Disdagsar Kabupaten Magelang Anang Kusbandriyanto mengatakan, razia dilakukan sebagai upaya melindungi konsumen (masyarakat) menjelang Lebaran.

Razia tersebut juga bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan dan Polres Kabupaten Magelang.

“Ini demi melindungi konsumen dari ulah oknum yang tidak bertanggungjawab dengan memanfaatkan momen menjelang Lebaran. Pada prinsipnya, kami ingin agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang dan nyaman,” katanya, kepada wartawan, Selasa (23/7/2013).

Dalam pelaksanaannya, tim dibagi dalam dua wilayah tugas. Pertama diwilayah selatan Kabupaten Magelang, meliputi Kecamatan Salam hingga Muntilan. Sedang tim kedua ke wilayah utara, meliputi Mertoyudan dan Secang.

“Sebenarnya, monitoring semacam ini sudah sering kami lakukan. Hanya mendekati Lebaran ini, lebih kami insentifkan dengan melibatkan beberapa petugas dari dinas dan instansi terkait lainnya,” jelasnya.

Makanan kadaluarsa yang ditemukan, berasal dari toko oleh-oleh di wilayah Kecamatan Mertoyudan. Sedikitnya ada lima jenis makanan dengan puluhan kemasan tidak layak konsumsi. Diantaranya, bakpia, dodol, jenang dan aneka keripik. Petugas juga menemukan beberapa produk serupa yang mendekati tanggal kadaluarsa.

“Kami tegaskan, ini merupakan tindakan preventif. Untuk saat ini, kami tidak memberikan sanksi, hanya pembinaan saja. Namun jika kedepan masih membandel, kami tidak akan segan memberikan sanksi,” tegasnya.

Sementara itu, razia yang dilakukan di wilayah Muntilan, petugas tidak menemukan makanan yang berbahaya. Semua makanan yang dijual di toko oleh-oleh masih layak konsumsi.

Kasi Perlindungan Konsumen Disdagsar Kabupaten Magelang Bintoro menyampaikan, sejumlah kemasan makanan ringan tidak jelas dalam menempatkan cap kadaluarsa. "Tanggal kadaluarsa seharusnya ditaruh di tempat atau bagian kemasan yang mudah dilihat," terangnya.

Dia mengimbau kepada konsumen untuk selalu berhati-hati saat membeli makanan ringan. Sebab, makanan yang sudah kadaluarsa dapat menyebabkan penyakit. "Kalau kadaluarsa bisa berbahaya, karena sudah ada racunnya," tandasnya.
(san)
Berita Terkait
Razia Produk Makanan...
Razia Produk Makanan Berbahaya
5 Makanan Paling Berbahaya...
5 Makanan Paling Berbahaya di Dunia, Nomor 4 Lebih Beracun dari Sianida
Ini Bagian Tubuh Ular...
Ini Bagian Tubuh Ular yang Bisa Dikonsumsi Manusia
Ratusan Kilogram Makanan...
Ratusan Kilogram Makanan Berpengawet Mayat Dimusnahkan
Cegah Peredaran Makanan...
Cegah Peredaran Makanan Berbahaya, BPOM Sulbar Periksa Sampel Takjil
BPOM Tarik Peredaran...
BPOM Tarik Peredaran Es Krim Haagen-Dazs dari Pasaran
Berita Terkini
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
8 jam yang lalu
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
8 jam yang lalu
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
10 jam yang lalu
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
11 jam yang lalu
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
11 jam yang lalu
Ratusan Peserta Ramaikan...
Ratusan Peserta Ramaikan AllPack Surabaya dan East Beauty Pack Expo 2026
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved