Ini alasan kejahatan marak di pinggiran Jakarta
Selasa, 23 Juli 2013 - 09:49 WIB
Ini alasan kejahatan marak di pinggiran Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Tindakan kriminalitas bisa terjadi di berbagai sudut wilayah yang ada di kota Jakarta. Namun, tetap saja daerah pinggiran ibu kota menjadi tempat favorit para penjahat untuk melakukan aksinya.
Hal tersebut mempunyai alasan sendiri mengapa akhirnya kejahatan justru makin marak terjadi di pinggiran kota dan juga saat bulan Ramadan ini berlangsung.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengungkapkan, salah satu alasan para penjahat melakukan di daerah penyangga ibu kota yakni agar mempermudah melarikan diri.
"Ada banyak alasan kenapa mengincar daerah pinggiran salah satunya ya agar gampang melarikan diri ke luar kota," kata Rikwanto di Jakarta, Selasa (23/7/2013).
Daerah pinggiran ini menurut Rikwanto saat ini sedang berkembang. kata dia, sehingga, perputaran uang besar, transaksi cukup banyak, serta sasarannya lebih banyak. Selain itu, banyaknya kos-kosan serta kontrakan di daerah pinggiran juga dijadikan akses manfaat bagi para pelaku kejahatan untuk bersembunyi karena sulit dipantau.
Rikwanto menambahkan, selain berdasarkan letak geografi yang merupakan perbatasan sehingga mudah melarikan diri. Yang mendukung aksi kejahatan para pelaku tersebut yakni perilaku masyarakatnya yang masih konvensional.
"Rata-rata masyarakat di daerah pinggiran masih merasa aman-aman saja membawa uang banyak untuk disetorkan ke bank atau diambil. Padahal mereka tidak merasa sedang diamati pelaku. Karena masih merasa aman-aman saja, mereka tidak mau meminta pengawalan polisi," bebernya.
Hal tersebut mempunyai alasan sendiri mengapa akhirnya kejahatan justru makin marak terjadi di pinggiran kota dan juga saat bulan Ramadan ini berlangsung.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengungkapkan, salah satu alasan para penjahat melakukan di daerah penyangga ibu kota yakni agar mempermudah melarikan diri.
"Ada banyak alasan kenapa mengincar daerah pinggiran salah satunya ya agar gampang melarikan diri ke luar kota," kata Rikwanto di Jakarta, Selasa (23/7/2013).
Daerah pinggiran ini menurut Rikwanto saat ini sedang berkembang. kata dia, sehingga, perputaran uang besar, transaksi cukup banyak, serta sasarannya lebih banyak. Selain itu, banyaknya kos-kosan serta kontrakan di daerah pinggiran juga dijadikan akses manfaat bagi para pelaku kejahatan untuk bersembunyi karena sulit dipantau.
Rikwanto menambahkan, selain berdasarkan letak geografi yang merupakan perbatasan sehingga mudah melarikan diri. Yang mendukung aksi kejahatan para pelaku tersebut yakni perilaku masyarakatnya yang masih konvensional.
"Rata-rata masyarakat di daerah pinggiran masih merasa aman-aman saja membawa uang banyak untuk disetorkan ke bank atau diambil. Padahal mereka tidak merasa sedang diamati pelaku. Karena masih merasa aman-aman saja, mereka tidak mau meminta pengawalan polisi," bebernya.
(mhd)