Penerapan burikulum baru di Sleman butuh 4 tahun
Senin, 15 Juli 2013 - 18:03 WIB
Penerapan burikulum baru di Sleman butuh 4 tahun
A
A
A
Sindonews.com - Kurikulum pendidikan 2013 mulai diterapkan di sekolah-sekolah hari ini. Namun, dalam prosesnya, Kabupaten Sleman, membutuhkan waktu selama tiga sampai empat tahun untuk menerapkannya ke seluruh sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman Arif Haryono mengatakan, sasaran penerapan kurikulum baru pada tahun ini, yaitu tingkat Sekolah Dasar (SD) sebanyak 13 sekolah.
Sedangkan untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak enam sekolah, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak delapan, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak lima sekolah. "Pelaksanaannya bertahap dan terbatas, untuk awal tahun ini ada sekian itu," kata dia, Senin (15/7/2013).
Untuk implementasinya sendiri, guru-guru melakukannya di kelas yang berbeda-beda. Di SD, kurikulum tersebut diterapkan di kelas 1 dan 4, SMP kelas 7, dan SMA atau SMK, kelas 10.
"Buku panduan untuk siswa dalam proses didistribusikan. Untuk SMA dan SMK, buka sudah sejak 8 dan 9 Juli kemarin, SMP mulai hari ini (kemarin), dan SD sebagian hari ini," tuturnya.
Kurikulum ini, tambahnya, lebih berisikan sisi proses cara pembelajaran yang diubah. "Jadi, anak-anak diajak untuk bisa kreatif, observasi, dan bertanya," katanya.
Selain itu juga, ada pendidikan sikap dan perilaku di tingkap SD. "Dilakukan terbatas, yaitu kelas 1 dan 4. Ini bertahap, diharapkan tiga sampai empat tahun mendatang, semua sekolah sudah menjalankan kurikulum baru ini," ungkapnya.
Sementara, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Wilayah Sleman, Sudiyo mengatakan, pihaknya tidak mempersoalkan dengan diterapkannya kurikulum baru 2013 ini.
"Aplikasi di lapangan sudah dimulai. Guru-guru juga sudah mendapatkan training (pelatihan) selama enam hari," jelasnya.
Dirinya berharap, mengenai buku pegangan untuk anak-anak bisa cepat diterima. Agar proses belajar mengajar tidak terlalu membutuhkan waktu lama dalam penyesuaiannya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman Arif Haryono mengatakan, sasaran penerapan kurikulum baru pada tahun ini, yaitu tingkat Sekolah Dasar (SD) sebanyak 13 sekolah.
Sedangkan untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak enam sekolah, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak delapan, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak lima sekolah. "Pelaksanaannya bertahap dan terbatas, untuk awal tahun ini ada sekian itu," kata dia, Senin (15/7/2013).
Untuk implementasinya sendiri, guru-guru melakukannya di kelas yang berbeda-beda. Di SD, kurikulum tersebut diterapkan di kelas 1 dan 4, SMP kelas 7, dan SMA atau SMK, kelas 10.
"Buku panduan untuk siswa dalam proses didistribusikan. Untuk SMA dan SMK, buka sudah sejak 8 dan 9 Juli kemarin, SMP mulai hari ini (kemarin), dan SD sebagian hari ini," tuturnya.
Kurikulum ini, tambahnya, lebih berisikan sisi proses cara pembelajaran yang diubah. "Jadi, anak-anak diajak untuk bisa kreatif, observasi, dan bertanya," katanya.
Selain itu juga, ada pendidikan sikap dan perilaku di tingkap SD. "Dilakukan terbatas, yaitu kelas 1 dan 4. Ini bertahap, diharapkan tiga sampai empat tahun mendatang, semua sekolah sudah menjalankan kurikulum baru ini," ungkapnya.
Sementara, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Wilayah Sleman, Sudiyo mengatakan, pihaknya tidak mempersoalkan dengan diterapkannya kurikulum baru 2013 ini.
"Aplikasi di lapangan sudah dimulai. Guru-guru juga sudah mendapatkan training (pelatihan) selama enam hari," jelasnya.
Dirinya berharap, mengenai buku pegangan untuk anak-anak bisa cepat diterima. Agar proses belajar mengajar tidak terlalu membutuhkan waktu lama dalam penyesuaiannya.
(san)