Wisata api abadi di Bojonegoro tempat keramat?

Selasa, 09 Juli 2013 - 15:10 WIB
Wisata api abadi di...
Wisata api abadi di Bojonegoro tempat keramat?
A A A
Sindonews.com - Api Kayangan adalah salah satu obyek wisata yang sangat populer di Bojonegoro. Api Kayangan disebut-sebut merupakan sumber api abadi atau yang tak pernah padam sekalipun.

Obyek wisata tersebut terletak di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, sebuah desa yang memiliki areal hutan seluas 42,29 persen dari luas desa.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Sindonews, api yang keluar sebagai sumber abadi obyek wisata ini merupakan sumber api alam, dan merupakan sumber api terbesar di Asia Tenggara.

Saat pengunjung akan menuju lokasi wisata Api Kayangan ini, mereka akan terlebih dahulu melewati indahnya hutan jati yang hijau dan rindang. Sesampaianya di lokasi, akan terdapat gapura dengan jajaran tiang yang akan menyambut.

Di tengah tiang tersebut terdapat lingkaran batu yang mengeluarkan gelombang panas, tempat dimana si api abadi bersemayam.

Masyarakat sekitar meyakini, bahwa tempat ini adalah tempat bersemayamnya Mbah Kriyo Kusumo atau Mpu Supa, atau biasa disebut dengan Mbah Pandhe yang berasal dari kerajaan Majapahit.

Mpu Supa merupakan seorang pande besi yang biasa membuat alat-alat pertanian dan pusaka. Kubangan lumpur yang berada di sebelah barat Api Kayangan dan berbau belerang dipercaya masyarakat bahwa, beliau masih beraktifitas sampai sekarang untuk membuat keris

Dengan berbagai kepercayaan yang masih berkembang sampai saat ini, membuat Api Kayangan ini menjadi tempat yang sangat sakral. Api yang ada hanya boleh diambil jika ada upacara penting seperti yang telah dilakukan pada masa lalu, seperti upacara Jumenengan Ngarsodalem Hamengku Buwono X dan untuk mengambil api melalui suatu prasyarat yakni selamatan / wilujengan dan tayuban dengan menggunakan fending eling-eling, wani-wani dan gunungsari yang merupakan gending kesukaan Mbah Kriyo Kusumo.

Kepercayaan tersebut ternyata dibantahkan Kepala Bagian Sumber Daya Alam, Bagian Penerangan Umum, Kabupaten Bojonegoro, Erick Firdaus. Menurutnya, banyak ahli geologi yang lebih percaya bahwa Kayangan Api adalah tanda adanya harta emas hitam. Emas hitam itu adalah minyak bumi.

"Daerah Bojonegoro memang mengandung banyak minyak bumi. Minyak bumi itu tersimpan di kedalaman 3.000 meter di bawah tanah. Biasanya, kolam minyak di perut Bumi selalu mempunyai kolam gas di atasnya," jelasnya.

Menurutnya, pada zaman dulu, terjadi gempa bumi sangat besar sehingga permukaan tanah di Sendang Harjo retak. Gas itu lalu merayap keluar dari perut Bumi. Mendesis hanya sampai ketinggian 30 sentimeter, kemudian lenyap berbaur dengan udara sekitarnya.

"Namun, suatu ketika petir menyambar gas itu. Gas itu terbakar dan menyala hingga saat ini," tutupnya.
(rsa)
Berita Terkait
Mengejar Pertumbuhan...
Mengejar Pertumbuhan Nasabah Baru, MotionBanking Menerapkan Fully Biometric Digital Onboarding
Berita Terkini
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
1 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
2 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
4 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
14 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
16 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
16 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved