Indag-Disnak Bandung pantau harga ayam
Jum'at, 05 Juli 2013 - 20:05 WIB
Indag-Disnak Bandung pantau harga ayam
A
A
A
Sindonews.com - Menyusul aksi mogok pedagang ayam Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Dipserindag) Provinsi Jawa Barat dan Dinas Peternakan (Disnak) serta asosiasi pedagang ayam terus melakukan koordinasi.
“Koordinasi terus kami lakukan dengan semua pihak. Memang untuk menyelesaikan persoalan ini tidak bisa serta merta dan dilakukan sendiri,” jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Dipserindag) Provinsi Jawa barat Ferry Sofwan Arif, Jumat (5/7/2013).
Ferry berharap pedagang ayam bisa segera kembali jualan, memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menyikapi tingginya harga ayam di pasaran, Ferry mengakui, harga ayam dari tingkat peternak mencapai Rp22.000/kg.
Tingginya harga ayam di peternak dikarenakan kenaikan harga DOC dan pakan, sehingga meningkatkan biaya operasional pengembangbiakan ayam.
Walaupun, Ferry tidak menampik adanya dugaan unsur persaingan usaha tidak sehat pada penjualan DOC.
“Ada rencana penyelesainan melalui Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk dugaan monopoli penjualan DOC. Saya berharap ini bisa menyelesaikan persoalan DOC,” pungkas dia.
“Koordinasi terus kami lakukan dengan semua pihak. Memang untuk menyelesaikan persoalan ini tidak bisa serta merta dan dilakukan sendiri,” jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Dipserindag) Provinsi Jawa barat Ferry Sofwan Arif, Jumat (5/7/2013).
Ferry berharap pedagang ayam bisa segera kembali jualan, memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menyikapi tingginya harga ayam di pasaran, Ferry mengakui, harga ayam dari tingkat peternak mencapai Rp22.000/kg.
Tingginya harga ayam di peternak dikarenakan kenaikan harga DOC dan pakan, sehingga meningkatkan biaya operasional pengembangbiakan ayam.
Walaupun, Ferry tidak menampik adanya dugaan unsur persaingan usaha tidak sehat pada penjualan DOC.
“Ada rencana penyelesainan melalui Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk dugaan monopoli penjualan DOC. Saya berharap ini bisa menyelesaikan persoalan DOC,” pungkas dia.
(lns)