Polri akui Indonesia Surga peredaran narkoba

Rabu, 03 Juli 2013 - 14:44 WIB
Polri akui Indonesia...
Polri akui Indonesia Surga peredaran narkoba
A A A
Sindonews.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akui, Indonesia merupakan lahan subur bagi peredaran narkoba. Bahkan, para pengedar saat ini melihat Indonesia sebagai "surga" yang empuk untuk menjalankan bisnis haram tersebut.

"Indonesia merupakan pangsa pasar yang bagus buat jaringan narkoba internasional. Jadi bisnis bagus," kata Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Sudjarno saat melakukan pemusnahan barang bukti Narkoba, di Tempat Pembakaran Sampah Angkasa Pura, Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (3/7/2013).

Hal itulah yang kemudian menurut Sujarno menjadi salah satu alasan mengapa setiap tahunnya peredaran narkoba di Indonesia, khususnya Jakarta terus meningkat baik sisi kuantitas maupun kualitas.

Namun, Sudjarno juga berusaha mengelak, peredaran gelap narkoba bukan hanya menjadi permasalahan Indonesia, tapi juga dunia. Pasalnya, hampir semua negara juga terjebak dalam persoalan yang sama.

"Buat Polri sendiri, narkoba menjadi kejahatan yang mendapatkan prioritas utama. Karena merusak sendi-sendi nasional, merusak kehidupan bangsa dan dapat menghapus generasi bangsa," tukasnya.

Dia melanjutkan, narkoba merupakan kejahatan terorganisir yang terbentuk dalam jaringan dan sel putus-putus. Pelaku pun punya kemampuan baik dan menggunakan teknologi.

Kondisi ini menjadi tantangan berat, kata dia, padahal semua anggota polri dan elemen masyarakat terus berusaha memeranginya. Selama ini pihaknya gencar melakukan pengungkapan dan penangkapan. Namun, tetap saja tak menyiut nyali para pelaku bisnis haram itu.

"Gencarnya tindakan polisi sepertinya tidak menyiutkan nyali, hukuman sampai mati juga tak membuat jera. Padahal kalau kita melihat pengungkapan di Polda Metro Jaya terus meningkat, bukan hanya jumlah tersangka saja, namun juga kualitas barang bukti," ungkapnya.

Ditambahkan Sudjarno, guna mengatasi permasalahan narkoba, Polda Metro Jaya akan terus melakukan upaya menekan, represif dan preventif, termasuk bekerja sama dengan instansi terkait.

"Karena, kita sadar narkoba harus diperangi bersama. Perlu juga partisipasi masyarakat. Dalam proses penyelidikan, peran serta masyrakat sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi. Selama ini pun, pengungkapan di wilayah hukum Polda Metro Jaya tak terlepas dari peran serta masyarakat," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
4 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
4 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved