Tak dapat BLSM, ratusan nelayan di Padang mengamuk
Selasa, 25 Juni 2013 - 13:10 WIB
Tak dapat BLSM, ratusan nelayan di Padang mengamuk
A
A
A
Sindonews.com - Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang baru mulai disalurkan hari ini di Kota Padang kepada warga miskin, berlangsung ricuh. Ratusan nelayan Purus, mengamuk di Kantor Lurah Purus Selatan, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat. Mereka mengamuk lantaran tak mendapatkan jatah BLSM.
Menurut para nelayan tersebut, ratusan warga Purus tidak disebutkan dalam daftar penerima BLSM yang ditempel di kantor kelurahan setempat.
"Ya jelas kami kecewa, nama kami tidak ada dalam daftar penerima BLSM. Padahal, kami ini nelayan miskin, sementara mereka yang dapat sebagian besar adalah orang berada," jelas seorang nelayan, Alfian, Selasa (25/6/2013).
Selain itu, lanjut Alfian, selama ini mereka tidak mengetahui adanya pendataan penerima dana BLSM yang dicanangkan pemerintah. Merekapun meminta pendataan penerima BLSM itu diulang.
Hal inipun dibenarkan oleh seorang staf kelurahan, Nursin Husin. Menurutnya, dari 305 orang warga penerima BLSM, sebagiannya tidak mendapat raskin atau bukan merupakan warga miskin.
"Selama ini kami tidak mengetahui bagaimana sistem pendataan yang dilakukan oleh pemerintah pusat," paparnya.
Sementara itu, karena para nelayan tersebut nampak membahayakan, kepolisian setempat kemudian turun ke lapangan untuk melakukan pengawalan di kantor Kelurahan Purus.
Menurut para nelayan tersebut, ratusan warga Purus tidak disebutkan dalam daftar penerima BLSM yang ditempel di kantor kelurahan setempat.
"Ya jelas kami kecewa, nama kami tidak ada dalam daftar penerima BLSM. Padahal, kami ini nelayan miskin, sementara mereka yang dapat sebagian besar adalah orang berada," jelas seorang nelayan, Alfian, Selasa (25/6/2013).
Selain itu, lanjut Alfian, selama ini mereka tidak mengetahui adanya pendataan penerima dana BLSM yang dicanangkan pemerintah. Merekapun meminta pendataan penerima BLSM itu diulang.
Hal inipun dibenarkan oleh seorang staf kelurahan, Nursin Husin. Menurutnya, dari 305 orang warga penerima BLSM, sebagiannya tidak mendapat raskin atau bukan merupakan warga miskin.
"Selama ini kami tidak mengetahui bagaimana sistem pendataan yang dilakukan oleh pemerintah pusat," paparnya.
Sementara itu, karena para nelayan tersebut nampak membahayakan, kepolisian setempat kemudian turun ke lapangan untuk melakukan pengawalan di kantor Kelurahan Purus.
(rsa)