Dewi kirim sms ancaman sebelum membunuh bayi Fany

Sabtu, 22 Juni 2013 - 07:35 WIB
Dewi kirim sms ancaman...
Dewi kirim sms ancaman sebelum membunuh bayi Fany
A A A
Sindonews.com - SMS ancaman yang dikirim kepada Cherudin (38) sebelum keponakannya, Fany Riawan Cantika balita berusia 43 hari tewas di dalam tempayan, rupanya kiriman dari Dewi Sartika (23) ibu kandung korban.

"Ancaman SMS itu, dari ibu kandung korban sendiri yang sengaja dikirim kepada saksi Chaerudin," kata Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatnras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heriawan," Sabtu (22/6/2013).

Seperti diberitakan sebelumnya, Herry menjelaskan, korban dibunuh pelaku dengan cara ditenggelamkan ke dalam tempayan plastik warna biru dengan tinggi 50 cm pada Kamis (20/06) sekitar pukul 07:00 WIB. Berdasarkan pemeriksaan, pelaku tega menghabisi nyawa anaknya sendiri lantaran sakit hati akibat kerap diejek keluarga besarnya.

"Pelaku mengaku membunuh balitanya karena sakit hati akibat sering diejek keluarga besar kalau anaknya itu hasil hubungan di luar nikah," terangnya.

Ia mengatakan, bayi perempuan berusia 43 hari bernama Fany Riawan Cantika ditemukan tewas terbujur kaku di dalam tempayan air rumah orang tuanya di Gang H. Saiyan RT02/01, No.30A, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tanggerang Selatan, Kamis (20/6/2013) lalu pukul 07:00 WIB.

Kuat dugaan, bayi malang anak pasangan Dewi Sartika dan Ihsan itu tewas dibunuh. Kapolsek Metro Ciputat Kompol Alip mengutarakan, sebelum ditemukan tewas, paman sang bayi yang bernama Cherudin sempat mendapat pesan singkat berisi ancaman pada pukul 04:30 WIB.

Melalui pesan singkat itu, seseorang mengirimkan pesan akan membunuh keponakannya yang masih balita tersebut.

"Chaerudin tinggal satu rumah bersama orang tua korban. Saat menerima sms itu, dia sedang berada di luar dan langsung pulang ke rumah mencari keponakannya itu," jelasnya.

Alip melanjutkan, sesampainya di rumah, Chaerudin mendapati kondisi pintu tidak terkunci rapat. Sementara di dalam ada kakaknya, Dewi Sartika dan suaminya, Ihsan sedang tertidur di dalam kamar. Tak lama kemudian, dari dalam bagian dapur terdengar teriakan misterius dari seseorang.

"Begitu ke dapur, keponakannya yang masih bayi itu sudah meninggal dunia di dalam tempayan," terangnya.
(stb)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
7 menit yang lalu
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
21 menit yang lalu
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
1 jam yang lalu
Polisi Sebut Aksi Unjuk...
Polisi Sebut Aksi Unjuk Rasa BEM UI di Bundaran HI Tak Sesuai Aturan
2 jam yang lalu
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
3 jam yang lalu
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
4 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved