Musim kemarau, waspada kebakaran!

Jum'at, 21 Juni 2013 - 18:20 WIB
Musim kemarau, waspada...
Musim kemarau, waspada kebakaran!
A A A
Sindonews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empatlawang meminta warga untuk mewaspadai api yang bisa memicu terjadinya kebakaran.

Menurut Kepala BPBD Empatlawang Hasbullah, hal ini penting mengingat saat ini kondisi cuaca sudah memasuki musim kemarau. Sehingga sangat rentan terjadinya bahaya kebakaran. Alasan yang mendasar menurutnya, karena mayoritas masyarakat Empatlawang masih menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar untuk memasak. Sehingga jangan sampai warga menjadi lengah.

“Ini sudah menjadi pengalaman kita beberapa tahun ini, rata-rata yang menjadi pemicu kebakaran karena api di kayu bakar yang belum padam saat pemilik rumah meninggalkan rumah,” ujarnya, Jumat (21/6/2013).

Selain itu, masih banyaknya rumah milik warga Empatlawang yang terbuat dari papan juga menjadi tingginya kejadian kebakaran di Empatlawang. Sementara saat musim kemarau, sumber air menjadi berkurang dan terbatas. Namun menurutnya, kewaspadaan dari warga itu sendiri menjadi kunci utama.

“Kami akan siap siaga untuk menanggulanginya, hanya saja antisipasi dari warga itu sendiri tetaplah diutamakan,” ujarnya.

Hanya saja menurutnya, di pihaknya juga masih memiliki kendala dalam penanggulangan bencana di Empatlawang. Kendala tersebut yaitu keterbatasan mobil operasional Tim Reaksi Cepat (TRC). Sehingga saat terjadi bencana seperti kebakaran, mereka tidak bisa bergerak dengan cepat atau tanggap reaksi.

“Itu salah satu yang menjadi hambatan kita, namun kita akan tetap berupaya untuk segera melakukan upaya penanggulangan bencana itu,” jelasnya.

Sementara Kadinsosnakertrans Empatlawang Lukman Panggarbessy mengatakan, menyikapi perubahan cuaca saat ini pihaknya juga menyiagakan personel Tagana di 10 kecamatan yang ada di Empatlawang.

Dimana menurutnya, para personel Tagana tersebut juga akan melakukan pemantauan di wilayah masing-masing untuk mengantisipasi terjadinya bencana kebakaran, baik yang terjadi di hunian warga maupun di areal hutan.

“Kita mintakan mereka untuk siaga dan melakukan pemantauan kondisi wilayah masing-masing,” ujarnya.

Apalagi menurutnya, selain musim kemarau, saat ini ancaman bencana yang dikhawatirkan terjadi adalah potensi hantaman angin puting beliung. Karena menurutnya, musim kemarau juga seringkali dibarengi dengan tiupan angin yang cukup kencang.
(rsa)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Sungai Batanghari Surut...
Sungai Batanghari Surut Akibat Kemarau, Munculkan Pulau Berpasir
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2025, BMKG: Berlangsung Lebih Singkat
September Puncak Musim...
September Puncak Musim Kemarau, Oktober Transisi ke Musim Hujan
Berita Terkini
Oknum Polisi yang Siksa...
Oknum Polisi yang Siksa Perempuan Ditahan di Polda Jateng
19 menit yang lalu
Oknum Polisi di Jateng...
Oknum Polisi di Jateng Siksa Perempuan, Korban Disiram Air Keras hingga Dicekoki Narkoba
50 menit yang lalu
Jawa Barat Tetapkan...
Jawa Barat Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
1 jam yang lalu
154 Warga Terjangkit...
154 Warga Terjangkit ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin, Mayoritas Balita-Ibu Hamil
12 jam yang lalu
UMKM Binaan Astra Tembus...
UMKM Binaan Astra Tembus ke Luar Negeri, Omzet Petani Naik Jadi Rp11,9 Miliar
12 jam yang lalu
Anggota DPRD Jakarta...
Anggota DPRD Jakarta Sebut Flyover Latumenten Bisa Kurangi Macet 40%
12 jam yang lalu
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved