Palyja dijual ke asing, Ahok geram
Jum'at, 21 Juni 2013 - 15:55 WIB
Palyja dijual ke asing, Ahok geram
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meradang saat mendengar Perusahan Air Lyonasse Jaya (Palyja) dijual kepada pihak asing. Padahal, perusahaan air tersebut merupakan distributor air bersih yang terbiasa dikonsumsi masyarakat Jakarta, selain PAM Jaya.
"Iya, kita jelaskan bahwa kita menolak Palyja menjual kepada Manila Water," tegas Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (21/6/2013).
Mantan Bupati Belitung Timur, ini menyayangkan pihak Palyja yang menjual perusahaan minumnya kepada pihak asing (Manila Water). Pasalnya, pemerintah DKI Jakarta, bersiap membeli semua saham milik Palyja tersebut.
"Kan kita mau beli. Harus disiapkan semua argumentasinya saya bilang kepada mereka," terangnya.
Untuk diketahui, perusahaan air minum yang berpusat di jalan Bendungan Hilir (Benhil) Jakarta Pusat, saat ini resmi menjual sahamnya kepada Manila Water.
Sebelumnya, Pemerintah DKI Jakarta bersiap membeli saham Palyja dengan menggunakan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan Pembangunan Jaya sebagai BUMD.
"Kita mau pakai Jakpro sama Pembangunan Jaya yang beli," jelas politikus Gerindra itu.
"Iya, kita jelaskan bahwa kita menolak Palyja menjual kepada Manila Water," tegas Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (21/6/2013).
Mantan Bupati Belitung Timur, ini menyayangkan pihak Palyja yang menjual perusahaan minumnya kepada pihak asing (Manila Water). Pasalnya, pemerintah DKI Jakarta, bersiap membeli semua saham milik Palyja tersebut.
"Kan kita mau beli. Harus disiapkan semua argumentasinya saya bilang kepada mereka," terangnya.
Untuk diketahui, perusahaan air minum yang berpusat di jalan Bendungan Hilir (Benhil) Jakarta Pusat, saat ini resmi menjual sahamnya kepada Manila Water.
Sebelumnya, Pemerintah DKI Jakarta bersiap membeli saham Palyja dengan menggunakan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan Pembangunan Jaya sebagai BUMD.
"Kita mau pakai Jakpro sama Pembangunan Jaya yang beli," jelas politikus Gerindra itu.
(san)