Cendrawasih, si burung surga Papua

Selasa, 18 Juni 2013 - 15:44 WIB
Cendrawasih, si burung...
Cendrawasih, si burung surga Papua
A A A
Sindonews.com - Di tengah hiruk pikuk pemberitaan negatif Papua tentang maraknya tawuran warga, ternyata Papua banyak menyimpan keindahan surgawi. Salah satu keindahan surgawi tersebut berasal dari burung cendrawasih yang disebut-sebut sebagai burung surga.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Sindonews, burung cendrawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Mereka ditemukan di Indonesia Timur, Pulau Papua dan Papua Nugini.

Burung anggota keluarga ini dikenal karena bulu burung jantannya yang memanjang dan rumit dimana tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya.

Burung cendrawasih yang paling terkenal adalah anggota genus Paradisaea, termasuk Paradisaea apoda. Jenis ini dideskripsikan dari spesimen yang dibawa ke Eropa dari ekpedisi dagang. Spesimen ini disiapkan oleh pedagang pribumi dengan merentangkan sayap dan membuang kakinya agar dapat dijadikan hiasan.

Hal ini tidak diketahui oleh para penjelajah dan menimbulkan kepercayaan bahwa burung ini tidak pernah mendarat namun tetap berada di udara karena bulu-bulunya. Inilah asal mula nama bird of paradise ('burung surga' oleh orang Inggris) dan nama jenis apoda - yang berarti 'tak berkaki'.

Burung-burung Cendrawasih mempunyai ciri khas bulu indah, yang biasanya dimiliki oleh burung jantan. Umumnya, bulu tersebut berwarna cerah dengan kombinasi beberapa warna seperti hitam, cokelat, kemerahan, oranye, kuning, putih, biru, hijau dan ungu.

Ukuran burung Cenderawasih-pun beraneka ragam. Mulai dari yang berukuran 15 cm dengan berat 50 gram seperti pada jenis Cendrawasih Raja, hingga Cendrawasih Manukod Jambul-bergulung pada 430 gram.

Banyak jenis cendrawasih yang mempunyai ritual kawin yang rumit, burung-burung jantan berkumpul untuk bersaing memperlihatkan keelokan dan keindahan bulunya untuk menarik perhatian lawan jenis.

Untuk ‘merayu’ betina agar bersedia diajak kawin, burung jantan akan memamerkan bulunya dengan melakukan tarian-tarian indah. Sambil bernyanyi di atas dahan, pejantan bergoyang dengan berbagai gerakan ke berbagai arah.
(rsa)
Berita Terkait
Mengejar Pertumbuhan...
Mengejar Pertumbuhan Nasabah Baru, MotionBanking Menerapkan Fully Biometric Digital Onboarding
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
1 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
1 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
1 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
2 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
8 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
8 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved