Sibuk rapat, Adang tak tahu ada wartawan tertembak
Senin, 17 Juni 2013 - 17:43 WIB
Sibuk rapat, Adang tak tahu ada wartawan tertembak
A
A
A
Sindonews.com - Setidaknya dua orang wartawan hari ini menjadi korban penembakan oleh aparat kepolisian. Mereka tertembak saat melakukan peliputan demonstrasi penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Namun, informasi tersebut ternyata sampai saat ini belum diketahui oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang justru sedang membahas kenaikan harga BBM.
Seperti pengakuan anggota komisi III Fraksi PKS Adang Daradjatun. Mantan Wakapolri tersebut mengklaim, dirinya terlalu sibuk untuk mengikuti rapat yang digelar sejak pagi tadi.
“Ya karena saya mengikuti rapat saya belum mendengar,“ kata Adang di sela-sela skorsing sidang paripurna di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (17/6/2013).
Namun, walaupun begitu Adang meminta masyarakat untuk tetap bisa objektif dalam persoalan tersebut. Harus dilihat secara mendalam apakah masing-masing pihak sudah melakukan semua sesuai prosedur saat melakukan aksi demonstrasi.
“Yang pasti saya menginginkan kalau itu benar terjadi pimpinan polri akan menilai sejauhmana prosedur penanganan demo dilakukan. Tetapi sepanjang bahwa ada prosedur yang salah pimpinan pasti akan menilai,“ tukasnya.
Namun, informasi tersebut ternyata sampai saat ini belum diketahui oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang justru sedang membahas kenaikan harga BBM.
Seperti pengakuan anggota komisi III Fraksi PKS Adang Daradjatun. Mantan Wakapolri tersebut mengklaim, dirinya terlalu sibuk untuk mengikuti rapat yang digelar sejak pagi tadi.
“Ya karena saya mengikuti rapat saya belum mendengar,“ kata Adang di sela-sela skorsing sidang paripurna di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (17/6/2013).
Namun, walaupun begitu Adang meminta masyarakat untuk tetap bisa objektif dalam persoalan tersebut. Harus dilihat secara mendalam apakah masing-masing pihak sudah melakukan semua sesuai prosedur saat melakukan aksi demonstrasi.
“Yang pasti saya menginginkan kalau itu benar terjadi pimpinan polri akan menilai sejauhmana prosedur penanganan demo dilakukan. Tetapi sepanjang bahwa ada prosedur yang salah pimpinan pasti akan menilai,“ tukasnya.
(ysw)