Di Toraja, 1 SPBU dijaga 15 Polisi
Senin, 17 Juni 2013 - 17:04 WIB
Di Toraja, 1 SPBU dijaga 15 Polisi
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang pengumuman kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), pengamanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Tana Toraja kian diperketat.
Bila sebelumnya, setiap SPBU hanya dijaga dua orang polisi, kini setiap SPBU sudah dijaga 15 personel polisi setiap harinya.
“Jauh-jauh hari sudah ada personel polres Tana Toraja menjaga SPBU. Mulai awal pekan ini, setiap hari SPBU akan dijaga 15 personel polisi yang dibagi dalam tiga regu. Secara bergantian mereka akan menjaga SPBU 24 jam,” ujar Kabag Ops Polres Tana Toraja, Kompol Ustim kepada SINDO di Makale, Senin(17/6/2013).
Dia mengatakan, penjagaan ketat SPBU guna mengantisipasi aksi-aksi anarkis yang dilakukan oleh kelompok tertentu yang menolak kenaikan harga BBM. Personel Pam SPBU juga akan memonitoring pembelian BBM menjelang pemberlakukan harga baru BBM.
Dikhawatirkan, rencana kenaikan harga BBM membuat kepanikan warga sehingga membeli BBM secara berlebihan menggunakan jeriken atau drum. Selain itu, pengaman tersebut dimaksudkan untuk mencegah upaya penimbunan BBM oleh oknum-oknum yang akan mengambil keuntungan atas naiknya harga BBM yang segera diumumkan oleh pemerintah pusat.
Dirinya pun mengimbau kepada kelompok yang melakukan aksi penolakan kenaikan BBM tidak dengan cara-cara anarkis.
"Setiap orang punya hak untuk menyampaikan pendapat harus dengan cara sopan dan santun. Namun jika dilakukan dengan cara anarkis dan merusak fasilitas umum, pihak Polres Tana Toraja juga akan bertindak tegas sesuai dengan prosedur tetap (protap) di organisasi kepolisian."
“Upaya penimbunan atau pembelian BBM secara berlebihan dan aksi-aksi anarkis menjelang harga BBM naik bisa diantisipasi dengan memperketat pengamanan di SPBU,” sambung Mantan Kapolsek Tondon Naggala itu.
Bila sebelumnya, setiap SPBU hanya dijaga dua orang polisi, kini setiap SPBU sudah dijaga 15 personel polisi setiap harinya.
“Jauh-jauh hari sudah ada personel polres Tana Toraja menjaga SPBU. Mulai awal pekan ini, setiap hari SPBU akan dijaga 15 personel polisi yang dibagi dalam tiga regu. Secara bergantian mereka akan menjaga SPBU 24 jam,” ujar Kabag Ops Polres Tana Toraja, Kompol Ustim kepada SINDO di Makale, Senin(17/6/2013).
Dia mengatakan, penjagaan ketat SPBU guna mengantisipasi aksi-aksi anarkis yang dilakukan oleh kelompok tertentu yang menolak kenaikan harga BBM. Personel Pam SPBU juga akan memonitoring pembelian BBM menjelang pemberlakukan harga baru BBM.
Dikhawatirkan, rencana kenaikan harga BBM membuat kepanikan warga sehingga membeli BBM secara berlebihan menggunakan jeriken atau drum. Selain itu, pengaman tersebut dimaksudkan untuk mencegah upaya penimbunan BBM oleh oknum-oknum yang akan mengambil keuntungan atas naiknya harga BBM yang segera diumumkan oleh pemerintah pusat.
Dirinya pun mengimbau kepada kelompok yang melakukan aksi penolakan kenaikan BBM tidak dengan cara-cara anarkis.
"Setiap orang punya hak untuk menyampaikan pendapat harus dengan cara sopan dan santun. Namun jika dilakukan dengan cara anarkis dan merusak fasilitas umum, pihak Polres Tana Toraja juga akan bertindak tegas sesuai dengan prosedur tetap (protap) di organisasi kepolisian."
“Upaya penimbunan atau pembelian BBM secara berlebihan dan aksi-aksi anarkis menjelang harga BBM naik bisa diantisipasi dengan memperketat pengamanan di SPBU,” sambung Mantan Kapolsek Tondon Naggala itu.
(rsa)