Pemrov DKI belum menjamin KJS untungkan RS
Selasa, 04 Juni 2013 - 12:53 WIB
Pemrov DKI belum menjamin KJS untungkan RS
A
A
A
Sindonews.com - Setelah dilakukan kajian dan pembahasan evaluasi tahap pertama program Kartu Jakarta Sehat (KJS), Pemprov DKI menilai belum bisa menjamin tarif yang disepakati akan menguntungkan pihak Rumah Sakit (RS).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau lebih dikenal dengan nama Ahok mengatakan, tarif yang diberlakukan nantinya belum tentu menguntungkan pihak rumah sakit. Selalu ada kekurangan.
"Bisa rugi juga, mereka pasti akan merasa kurang," ujar Ahok, di Balaikota DKI, Jakarta, Selasa (4/6/2013).
Namun demikian, kata Ahok, setelah dilakukan evaluasi dan mendengarkan keluhan beberapa rumah sakit swasta, pihaknya bisa menilai, tarif yang disepakati bersama akan bisa memberi jaminan sementara untuk rumah sakit.
"Tapi akan sedikit terobatilah," ucapnya.
Bukan itu saja, Ahok pun seakan memberi harapan baru bagi pihak rumah sakit dengan iming-iming tarif baru yang dianggapnya memberi keuntungan kepada rumah sakit. Namun, tarif baru tersebut baru akan diputuskan pada bulan Juli mendatang.
"Tapi, akan enak lagi tunggu tarif baru, Juli," jelasnya.
Seperti diberitakan, saat dilakukan evaluasi bersama antara Pemprov DKI dengan rumah sakit swasta dan PT Askes, kesepatakan dicapai dengan sistem tarif pembayaran 100%. Pembagiannya, 75% beban pembiayaan ditanggung pemerintah pusat dan sisanya 25% ditanggung Pemprov DKI dengan besaran premi sebesar RP 23.000.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau lebih dikenal dengan nama Ahok mengatakan, tarif yang diberlakukan nantinya belum tentu menguntungkan pihak rumah sakit. Selalu ada kekurangan.
"Bisa rugi juga, mereka pasti akan merasa kurang," ujar Ahok, di Balaikota DKI, Jakarta, Selasa (4/6/2013).
Namun demikian, kata Ahok, setelah dilakukan evaluasi dan mendengarkan keluhan beberapa rumah sakit swasta, pihaknya bisa menilai, tarif yang disepakati bersama akan bisa memberi jaminan sementara untuk rumah sakit.
"Tapi akan sedikit terobatilah," ucapnya.
Bukan itu saja, Ahok pun seakan memberi harapan baru bagi pihak rumah sakit dengan iming-iming tarif baru yang dianggapnya memberi keuntungan kepada rumah sakit. Namun, tarif baru tersebut baru akan diputuskan pada bulan Juli mendatang.
"Tapi, akan enak lagi tunggu tarif baru, Juli," jelasnya.
Seperti diberitakan, saat dilakukan evaluasi bersama antara Pemprov DKI dengan rumah sakit swasta dan PT Askes, kesepatakan dicapai dengan sistem tarif pembayaran 100%. Pembagiannya, 75% beban pembiayaan ditanggung pemerintah pusat dan sisanya 25% ditanggung Pemprov DKI dengan besaran premi sebesar RP 23.000.
(lal)