Kasus penembakan Tito, jumlah & informasi saksi minim
Senin, 03 Juni 2013 - 17:19 WIB
Kasus penembakan Tito, jumlah & informasi saksi minim
A
A
A
Sindonews.com - Keterangan saksi yang berbeda-beda dalam kasus penembakan tokoh pemuda Maluku, Tito Refra Kei, Jumat (31/05/2013) lalu, tak hanya membuat kepolisian kesulitan menggali informasi dan petunjuk. Tetapi juga terkendala membuat sketsa wajah pelaku.
Wakapolres Bekasi Kota AKBP Hero Bachtiar mengatakan, keterangan dari para saksi yang dihimpun masih berbeda-beda, sehingga penyidik masih belum bisa membuat sketsa wajah pelaku.
"Polisi belum bisa menggambarkan pelaku. Kami belum ke arah situ (membuat sketsa). Doakan saja penyidik bisa segera mengungkap kasus ini," singkatnya saat bertandang ke Mapolda Metro Jaya, Senin (03/06/2013).
Ia menambahkan, para saksi yang diperiksa menyatakan tidak ada yang melihat kedatangan pelaku. Bahkan, saksi dari anak pemilik warung, Ratim yang ikut tewas terkena tembakan hanya mendengar suara tembakan.
"Tidak ada yang melihat kedatangan pelaku hanya dengar suara tembakan" tuturnya.
Heco melanjutkan, saksi yang saat kejadian berada di lokasi juga tidak mengetahui kemana arah perginya pelaku. pasalnya, mereka fokus membantu Tito kei dan Ratim yang tersungkur setelah menerima tembakan.
"Ketiga saksi fokus kepada Tito yang telah ditembak," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto membeberkan, peristiwa penembakan terhadap tokoh pemuda asal Maluku Tito Refra yang juga adik kandung terpidanan kasus pembunuhan, Jhon Kei terjadi, Jumat (31/05) sekitar pukul 20:00 WIB.
"Kejadiannya di warung rokok depan rumah korban di Jalan Raya Titian Indah, RT 03/11, Kalibaru, Medan Satria, Bekasi Jawa Barat," jelasnya.
Ia menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika Tito Refra tengah bermain kartu gaple atau domino di teras depan rumahnya bersama rekan-rekannya yang bernama Gerry, Han dan Petrus. Tanpa diduga, tiba-tiba muncul orang misterius yang mendekat lalu memebuang tembakan ke arah korban.
"Korban tewas di tempat dengan luka tembak di bagian kepala belakang, hingga tembus ke kepala depan," papar Rikwanto.
Wakapolres Bekasi Kota AKBP Hero Bachtiar mengatakan, keterangan dari para saksi yang dihimpun masih berbeda-beda, sehingga penyidik masih belum bisa membuat sketsa wajah pelaku.
"Polisi belum bisa menggambarkan pelaku. Kami belum ke arah situ (membuat sketsa). Doakan saja penyidik bisa segera mengungkap kasus ini," singkatnya saat bertandang ke Mapolda Metro Jaya, Senin (03/06/2013).
Ia menambahkan, para saksi yang diperiksa menyatakan tidak ada yang melihat kedatangan pelaku. Bahkan, saksi dari anak pemilik warung, Ratim yang ikut tewas terkena tembakan hanya mendengar suara tembakan.
"Tidak ada yang melihat kedatangan pelaku hanya dengar suara tembakan" tuturnya.
Heco melanjutkan, saksi yang saat kejadian berada di lokasi juga tidak mengetahui kemana arah perginya pelaku. pasalnya, mereka fokus membantu Tito kei dan Ratim yang tersungkur setelah menerima tembakan.
"Ketiga saksi fokus kepada Tito yang telah ditembak," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto membeberkan, peristiwa penembakan terhadap tokoh pemuda asal Maluku Tito Refra yang juga adik kandung terpidanan kasus pembunuhan, Jhon Kei terjadi, Jumat (31/05) sekitar pukul 20:00 WIB.
"Kejadiannya di warung rokok depan rumah korban di Jalan Raya Titian Indah, RT 03/11, Kalibaru, Medan Satria, Bekasi Jawa Barat," jelasnya.
Ia menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika Tito Refra tengah bermain kartu gaple atau domino di teras depan rumahnya bersama rekan-rekannya yang bernama Gerry, Han dan Petrus. Tanpa diduga, tiba-tiba muncul orang misterius yang mendekat lalu memebuang tembakan ke arah korban.
"Korban tewas di tempat dengan luka tembak di bagian kepala belakang, hingga tembus ke kepala depan," papar Rikwanto.
(stb)