Tolak kenaikan BBM, PKS bantah sebagai pencitraan

Senin, 03 Juni 2013 - 17:12 WIB
Tolak kenaikan BBM,...
Tolak kenaikan BBM, PKS bantah sebagai pencitraan
A A A
Sindonews.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Depok membantah melakukan pencitraan, terhadap aksi pemasangan 110 spanduk sebagai bentuk penolakan kebijakan Pemerintah Pusat, yang rencananya akan menaikkan harga baham bakar minyak (BBM).

Menurut Ketua Fraksi PKS DPRD Depok Mutaqin, penolakan yang dilakukan PKS bukan untuk menaikan citra PKS dimata masyarakat. Melainkan untuk menyelamatkan rakyat miskin.

"Saya yakin isu ini tidak membuat dukungan PKS meledak. Justru kita murni ingin menyelamatkan masyarakat," akunya, Senin (3/6/2013).

Mutaqin menilai, pemberian bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) yang hanya sampai lima bulan bukan solusi. Seharusnya, pemerintah memperbaiki jalur energi di Indonesia. Pasalnya, selama ini masih banyak perusahaan yang menggunakan BBM bersubsidi.

"Jalur energi yang salah sasaran itu yang harusnya dibenahi," ungkapnya.

Mutaqin mengingatkan, sebentar lagi masyarakat dihadapkan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Hal itu sudah pasti memerlukan biaya tidak sedikit.

"Alasan ini harusnya dapat menunda rencana pemerintah. Jangan sampai jumlah anak putus sekolah bertambah banyak," kata dia.

Menurut Qurtifa, penolakan kenaikan BBM merupakan hasil kajian tim ekonomi PKS. Semua struktur sudah sepakat dengan rencana DPP PKS melakukan penolakan.

"Kita hanya ingin mengingatkan ke pemerintah. Benahi saja dulu," tutupnya.

Ia mengaku. memasang puluhan spanduk penolakan rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah pusat di 63 kelurahan. PKS mengklaim hal itu menunjukkan bahwa PKS menolak kebijakan pemerintah.

"Setiap calon anggota legislatif di PKS diharuskan memasang sepanduk penolakan itu. Kita pasang di 63 kelurahan," tegasnya.

Hal senada diungkapkan Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Provinsi Jabar Qurtifa Wijaya. Menurutnya, apa yang dilakukan DPD PKS Depok sesuai MoU antara PKS dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Itu sudah sesuai kontrak politik antara PKS dan SBY. Tidak ada yang dilanggar," katanya.

Qurtifa mengatakan, apa yang dilakukan DPD PKS Depok sudah sesuai. Karena, yang dikritisi adalah kebijakan energi yang selama ini salah.

"Kita ingin pemerintah membenahi terlebih dahulu kebijakan energi itu," jelasnya.
(stb)
Berita Terkait
Kuota Jebol, Menteri...
Kuota Jebol, Menteri ESDM Ungkap Skenario Kenaikan Harga BBM Subsidi
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Kenaikan Harga BBM Tidak...
Kenaikan Harga BBM Tidak Bisa Dihindari, Namun Perlu Formula Tepat
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Berita Terkini
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
52 menit yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
1 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
2 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
10 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
10 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved