Keterangan berbeda-beda, Polisi bingung ungkap penembak Tito
Senin, 03 Juni 2013 - 16:37 WIB
Keterangan berbeda-beda, Polisi bingung ungkap penembak Tito
A
A
A
Sindonews.com - Penyidik kepolisian kesulitan mengungkap pelaku penembakan tokoh pemuda asal Maluku, Tito Refra Kei karena minimnya informasi dari para saksi di lokasi kejadian. Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto.
"Penyidik telah memeriksa empat orang saksi terkait kasus Tito Kei pada Jumat (31/05/2013) lalu. Tiga dari empat orang saksi yang diperiksa berada di lokasi kejadian," jelasnya di ruangannya, Senin (03/06/2013).
Rikwanto mengungkapkan, keterangan dari para saksi yang diperiksa itu hingga kini masih berbeda-beda. Para saksi ada yang menyebutkan pelaku mengenakan helm dan beberapa yang mengatakan tidak.
"Ada yang bilang pelakunya pakai helm, ada juga yang tidak. Ada juga yang bilang pelaku pakai kaos oblong," terangnya.
Penyidik yang menangani kasus ini, lanjut Rikwanto, juga belum bisa memastikan apakah penembak misterius tersebut menggunakan roda dua atau roda empat.
"Kalau dikatakan pelaku menggunakan sepeda motor itu baru asumsi, karena yang bersangkutan teridentifikasi memakai helm dan jaket," imbuhnya.
Ia menambahkan, Popon saksi dari anak pemilik anak warung bernama Ratim juga tidak melihat pelaku, melainkan hanya mendengar suara tembakan.
"Anak pemilik warung ini ke lokasi setelah mendengar suara tembakan," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto membeberkan, peristiwa penembakan terhadap tokoh pemuda asal Maluku Tito Refra yang juga adik kandung terpidanan kasus pembunuhan, Jhon Kei terjadi, Jumat (31/05) sekitar pukul 20:00 WIB.
"Kejadiannya di warung rokok depan rumah korban di Jalan Raya Titian Indah, RT 03/11, Kalibaru, Medan Satria, Bekasi Jawa Barat," jelasnya.
Ia menjelaskan, perisitiwa itu bermula ketika Tito Refra tengah bermain kartu gaple atau domino di teras depan rumahnya bersama rekan-rekannya yang bernama Gerry, Han dan Petrus. Tanpa diduga, tiba-tiba muncul orang misterius yang mendekat lalu memebuang tembakan ke arah korban.
"Korban tewas di tempat dengan luka tembak di bagian kepala belakang, hingga tembus ke kepala depan," papar Rikwanto.
"Penyidik telah memeriksa empat orang saksi terkait kasus Tito Kei pada Jumat (31/05/2013) lalu. Tiga dari empat orang saksi yang diperiksa berada di lokasi kejadian," jelasnya di ruangannya, Senin (03/06/2013).
Rikwanto mengungkapkan, keterangan dari para saksi yang diperiksa itu hingga kini masih berbeda-beda. Para saksi ada yang menyebutkan pelaku mengenakan helm dan beberapa yang mengatakan tidak.
"Ada yang bilang pelakunya pakai helm, ada juga yang tidak. Ada juga yang bilang pelaku pakai kaos oblong," terangnya.
Penyidik yang menangani kasus ini, lanjut Rikwanto, juga belum bisa memastikan apakah penembak misterius tersebut menggunakan roda dua atau roda empat.
"Kalau dikatakan pelaku menggunakan sepeda motor itu baru asumsi, karena yang bersangkutan teridentifikasi memakai helm dan jaket," imbuhnya.
Ia menambahkan, Popon saksi dari anak pemilik anak warung bernama Ratim juga tidak melihat pelaku, melainkan hanya mendengar suara tembakan.
"Anak pemilik warung ini ke lokasi setelah mendengar suara tembakan," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto membeberkan, peristiwa penembakan terhadap tokoh pemuda asal Maluku Tito Refra yang juga adik kandung terpidanan kasus pembunuhan, Jhon Kei terjadi, Jumat (31/05) sekitar pukul 20:00 WIB.
"Kejadiannya di warung rokok depan rumah korban di Jalan Raya Titian Indah, RT 03/11, Kalibaru, Medan Satria, Bekasi Jawa Barat," jelasnya.
Ia menjelaskan, perisitiwa itu bermula ketika Tito Refra tengah bermain kartu gaple atau domino di teras depan rumahnya bersama rekan-rekannya yang bernama Gerry, Han dan Petrus. Tanpa diduga, tiba-tiba muncul orang misterius yang mendekat lalu memebuang tembakan ke arah korban.
"Korban tewas di tempat dengan luka tembak di bagian kepala belakang, hingga tembus ke kepala depan," papar Rikwanto.
(stb)